Sukses

Pasca Pindah Berubah Kepribadian, Kerusakan Korteks Prefrontalis?

01 Sep 2015, 13:46 WIB
Wanita, 25 tahun.

permisi dokter saya mahasiswa pendidikan dokter PTN di Jatim. saya memiliki seorang kakak perempuan dok berusia 25 tahun. dulu kami sangat mengenalnya sebagai pribadi yang rajin dan baik hati. namun ketika kuliah di luar kota kakak saya ini memutuskan untuk kost. sejak saat itu sifat dari kakak saya cenderung berubah tidak seperti biasanya dok. kakak saya menjadi sangat emosian dan tidak mementingkan penampilannya sama sekali. dan sahabat kakak saya pernah bercerita kepada saya bahwa kakak saya termasuk korban bullying di kampusnya. saya khawatir kakak saya ini mengalami kerusakan di bagian CORTEX PREFRONTALIS nya dok. karena menurut yang saya pelajari bagian jika rusak dapat menyebabkan perilaku dan emosi dok. apakah benar pendapat saya ini ?, dan apakah yang seharusnya kami lakukan sebagai keluarga ? dan bagaiman pengobatannya secara medis ? Terima Kasih Banyak dok Mohon di Jawab ya

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com,

Kami memahami kehawatiran Anda. Sesungguhnya perubahan kepribadian adalah hal yang cukup wajar bila terjadi pada seseorang, misalnya saat usia seseorang bertambah dan cara berpikir serta sudut pandang mengalami perubahan seiring bertambahnya pengalaman hidup seseorang. Namun bila sampai menyebabkan kegelisahan keluarga, atau bahkan sampai tidak merawat diri dan penampilan cenderung menjadi tidak wajar, kami perkirakan telah ada masalah kejiwaan pada kakak Anda. Apakah sampai terjadi kesulitan melanjutkan perkuliahan sehari-hari? Apakah kakak Anda tidak bisa lagi melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, makan, membersihkan kamar, dll? Bila Ya, maka telah terjadi disabilitas (ketidakmampuan) dalam fungsi sehari-hari dan hal tersebut sangat menunjang kemungkinan gejala gangguan jiwa. Sedangkan bila masih bisa melakukan hal-hal tersebut, maka terlalu dini untuk mengatakan adanya gangguan jiwa.

Jangan salah, gangguan jiwa bukan berarti selalu dapat disamakan dengan 'orang gila' yang sering ditemukan di jalanan. Masalah kejiwaan bermacam-macam derajatnya dan tidak boleh dipandang sama.

Satu sampai enam orang per 1000 orang menderita gangguan jiwa. Tapi sayangnya mereka tidak berobat ke dokter jiwa. Ini disebut gangguan jiwa, sedangkan orang yang sudah gila itu disebut menderita kelainan jiwa. Orang yang menderita gangguan jiwa itu tidak berbahaya atau penyakitnya tidaklah serius betul, tapi dia sangat menderita. Sayangnya mereka tidak berobat ke dokter jiwa. 

Kerusakan korteks prefrontalis memang terutama memiliki gejala seperti ini (kehilangan konsentrasi, sulit mengorientasi keadaan, tidak dapat menyelesaikan masalah, dan berbagai fungsi eksekutif lain), namun untuk memastikannya tidak dapat hanya dengan perkiraan saja melainkan harus dengan pemeriksaan radiologi otak. Kami sarankan untuk membawa kakak Anda ke dokter spesialis kejiwaan, karena yang kakak anda itu rasakan itu dapat diobati. Jadi harus minum obat. Obatnya ringan-ringan saja tapi harus diminum cukup lama mungkin beberapa bulan sampai kakak anda merasakan bahwa keluhan itu tidak muncul lagi obatnya dihentikan. Tapi tetap harus membawa obat untuk berjaga-jaga kalau ada serangan lagi, obat langsung diminum. Sering pula orang yang sakit seperti kakak anda mudah sekali terpengaruh oleh omongan orang lain, "jangan minum obat penenang nanti kamu ketagihan!". Semacam itulah. Sedangkan yang merasakan sendiri seperti kakak Anda ini menderita sekali kalau tidak minum obat dan kalau minum obat sangat tertolong. 

Bila memang Anda peduli pada kakak Anda, carilah trik dan cara agar dapat membawa kakak Anda ke dokter spesialis kejiwaan. Dengan begitu benar-benar bisa didiagnosis apakah terdapat gangguan kejiwaan atau hanyalah perubahan kepribadian normal semata. Bila ditemukan gangguan, dokter spesialis kejiwaan dapat memberikan pengobatan yang sesuai. 

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar