Sukses

Menghilangkan Bekas Luka

27 Aug 2015, 12:33 WIB
Wanita, 22 tahun.

dok saya mau nanya, bagaimana cara menghilangkan hitam di selangkangan, trus bagaimana cara menghilangkan bekas luka dikaki? trus kaki saya kering , sering gatal gatal . bagaimana cara menormalkan kaki saya yg kering dok ? dan menghilangkan gatal-gatalnya dan menghilangkan bekas lukanya?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter. com.

Bekas luka yang terjadi pada kulit dapat meninggalkan bekas luka yang menghitam (hiperpigmentasi), atau menjadi berkas berwarna putih (hipopigmentasi) atau menjadi jaringan berlebih (keloid). 

Bentuk keloid kenyal, mengkilat, dan dapat bervariasi dalam warna seperti merah jambu, merah daging, dan coklat gelap. Keloid tidak ganas, tidak menular, dan biasanya terdapat gejala gatal, nyeri tajam, dan perubahan bentuk. Pada kasus yang parah, dapat menghambat pergerakan dari kulit. Yang sering membingungkan adalah bagaimana cara membedakan keloid dengan jaringan parut bekas luka yang biasa (hypertrophic scar). Hypertrophic scar merupakan pertumbuhan keatas (menonjol) jaringan parut bekas luka yang tidak melebar melewati batas luka.

Proses penyembuhan luka terkadang akan meninggalkan bekas luka seperti keloid atau hanya garis-garis kehitaman atau berupa scar putih. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi terbentuknya bekas luka pada seseorang, antara lain kedalaman luka, ukuran luka, lokasi luka dan faktor genetik (keturunan). Jika dalam keluarga Anda terdapat kecenderungan terbentuk keloid pada bekas luka, maka kemungkinan besar bekas luka Anda juga akan membentuk keloid.  Keloid merupakan salah satu jenis dari jaringan parut yang merupakan hasil dari pertumbuhan yang berlebihan dari bekas kulit yang terluka, yang melebihi batas luka itu sendiri. 

Tidak banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terbentuknya bekas luka yang tidak diinginkan, seperti keloid atau hypertrophic scar. Masing-masing jenis bekas luka memerlukan penanganan yang berbeda-beda. Dasar penanganan bekas luka yang menghitam biasanya menggunakan krim, pengelupasan kulit/chemical peeling, mikrodermabrasi ataupun laser. Beberapa cara tersebut diharapkan dapat menyamarkan, menipiskan, bahkan menghilangkan bekas luka. Hasil pengobatan sangat bersifat reaksi individual.

Beberapa terapi yang dapat dilakukan untuk mengobati keloid adalah penggunaan salep, suntikan steroid, laser, dan operasi. Apabila Anda menginginkan hasil yang cepat dapat dilakukan operasi pengangkatan secara bedah ataupun laser. Suntikan dengan menggunakan steroid harus dilakukan beberapa kali. Berikut Kami berikan artikel untuk menambah informasi Anda:

Keloid

Keloid dan Pengobatannya

Perlu diketahui bahwa pada keadaan ringan, bekas luka kehitaman dapat memudar dengan pemberian hidrokuinon 2% (termasuk dalam dosis aman) hanya tepat pada daerah bekas kehitaman atau menggunakan scrub, sebuah produk yang memiliki fungsi untuk mempercepat proses regenerasi kulit dan meluruhkan sel mati penyebab kulit kering dan atau kusam. Scrub digolongkan menjadi 2 bagian besar, mengandung butiran dan tidak mengandung butiran. Mengingat proses alami pergantian kulit terjadi selama 14-21 hari, kami sarankan Anda untuk tidak menggunakan produk ini lebih dari satu kali setiap 2 minggu agar lapisan pelindung kulit tidak terkikis.

Terapi laser pun terbukti efektif dalam mengatasi beberapa kelainan pigmen, kendati angka keberhasilan setiap individu sangat bervariasi. Beberapa jenis laser yang kerap digunakan untuk terapi ini adalah:

  1. Laser dengan pancaran sinar hijau : Flashlamp-pumped Pulsed Dye Laser (PDL) (510nm), Q Switched Neodymium: Yttrium Aluminium Garnet-532 nm (QS Nd:YAG) frekeuensi ganda
  2. Laser dengan pancaran sinar merah: QS Ruby (694 nm), QS Alexandrite (755 nm)
  3. Laser dengan pendekatan infra merah: QS Nd:YAG (1064 nm).

Laser dengan pancaran sinar hijau bekerja tidak sedalam jenis laser yang lain. Untuk itulah, laser jenis ini hanya dipergunakan untuk terapi kelainan pigmen yang berada di lapisan epidermis. Efek samping dari laser jenis ini adalah lebam dan bintik kemerahan tanda perdarahan pada kulit. Hal ini disebabkan karena sinar laser hijau diserap dengan baik oleh oxyhaemomglobin. Efek samping akan menghilang dalam waktu 1-2 minggu paska terapi, dan berkas kehitaman pada kulit pun diharapkan memudar dalam jangka waktu 4-8 minggu. Pada beberapa orang, terapi ini justru akan menyebabkan terjadinya Post Inflammatory Hyperpigmentation (PIH), kondisi kehitaman pada kulit.

Laser dengan pancaran sinar merah memiliki panjang gelombang yang lebih panjang sehingga dapat menembus ke lapisan kulit yang lebih dalam. Atas dasar inilah laser ini kerap digunakan untuk terapi kelainan pigmen karena tidak terserap oleh haemoglobin dan tidak menyebabkan lebam atau tanda perdarahan yang lain. Laser dengan pancaran seperti infra merah memiliki kemampuan menyerap melanin, sel warna kulit, lebih lemah dibandingkan dengan dua jenis laser yang lain. Keuntungan dari laser jenis ini adalah kemampuannya untuk menembus hingga ke lapisan dalam kulit. Laser ini sangat efektif untuk mereka yang memiliki warna kulit gelap.

Untuk memastikan kondisi kulit dan pilihan terapi terbaik, kami sarankan Anda untuk konsul dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. Kulit Anda akan dianalisa terlebih dahulu seperti kedalaman bekas kehitaman, jenis kulit, dan adanya reaksi alergi. Setelah itu, baru dipilihkan jenis krim, cairan kimia dan tindakan dengan konsentrasi / kekuatan yang sesuai untuk kondisi kulit Anda. 

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar