Sukses

Dada Terasa Sesak & Panas

27 Aug 2015, 12:05 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dokter, Saya mau bertanya. kebetulan saya sekretaris di perusahaan swasta, kerjaan saya banyak dihabiskan duduk di depan komputer. Barusan saya sedang duduk bekerja (kebetulan sdg online di tlp) mengalami rasa ingin batuk, dan setelah batuk itu pandangan saya perlahan kabuir / buran dan terasa sesak dan dada panas. rasanya pandangan hampir hitam semua lemas. tapi saya tahan untuk tetap kuat dan sadar. dan tidak lama setelah itu (kira-kira 1-2 menit) pandangan kembali normal, jantung berdebar dan rasa sesak pun perlahan hilang. tapi yang dirasa sekarang kepala agak pusing kliyengan, Dok. Hal itu kenapa ya dok? apakah darah rendah ? saya juga punya penyakit vertigo, tapi kalau kambuh biasanya dada tidak terasa panas. baru pertama kali saya merasa seperti itu, dan jujur saya takut. Terima kasih dokter.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Membaca keluhan Anda kami tidak dapat menentukan apakah penyakit yang mendasari keluhan Anda tanpa dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung. Kami sarankan Anda melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis penyakit dalam. Melihat dari keluhan Anda yaitu nyeri dada panas dan terasa sesak kemungkinan Anda mengalami gangguan peningkatan Asam lambung yang dinamakan GERD. Sebelumnya, izinkan kami bertanya :

  • Apakah Anda juga mengalami rasa sakit atau perih di perut kiri atas dan ulu hati?
  • Apakah mulut terasa asam/pahit?
  • Apakah keluhan muncul setelah makan/minum pedas, asam, soda?
  • Apakah Anda pernah mengalami ini sebelumnya?

Jika ya, kemungkinan Anda mengalami GERD. Namun, diagnosis pasti baru dapat ditegakkan setelah melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik langsung oleh dokter. EKG juga perlu dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan kelainan jantung.

Sindrom dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung atau kelebihan asam lambung. Jika asam lambung naik ke kerongkongan (refluks) maka disebut GERD (Gastro-esophageal reflux disease).

Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya. Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada, kembung, begah/sesak, batuk kering yang lama, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

  • Berhenti merokok

  • Hindari stres

  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.

  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, asam, makanan berlemak atau pedas.

  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.

  • Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.

  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti obat-obat antinyeri/NSAID (ibuprofen, asam mefenamat, dll), nitrat, antikolinergik, antidepresan trisiklik.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar