Sukses

Gejala Keputihan Abnormal dan Penyebabnya

27 Aug 2015, 11:28 WIB
Wanita, 18 tahun.

Selamat pagi dok, saya ingin bertanya mengenai masalah keputihan yang sudah saya alami kuranglebih 1.5 th ini. Awalnya keputihany saya berwarna putih susu, bau, dan gatal tapi beberapa bulan ini keputihan saya tidak gatal lagi hanya bau dan warnanya lebih gelap mungkin mendekati kuning. Menurut artikel yang saya baca keputihan jenis ini merupakan keputihan yang tidak wajar yang menyerang kebanyakan ibu2 tapi usia saya baru 18 th. Dan yg membuat saya jauh lebih khawatr adalah tidak adanya dokter spesialis kulit dan kelamin didaerah saya jadi obat apa yang harus saya gunakan untuk menyembuhkannya dok ? Saya sangat menunggu jawaban dokter karena hal ini benar2 membuat saya takut dan tidak nyaman. Terimakasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Keputihan yang abnormal memiliki ciri-ceiri sebagai berikut:

  • Cairannya bersifat kental
  • Cairan yang keluar memiliki warna putih seperti susu, atau berwarna kuning atau juga hijau
  • Keputihan patologis menyebabkan rasa gatal
  • Cairan yang keluar memiliki bau yang tidak sedap
  • Biasanya menyisakan bercak-bercak yang telihat pada celana dalam wanita
  • Jumlah cairan yang keluar sangat banyak.

Penyebab Keputihan

  • Faktor kebersihan yang kurang baik. Kebersihan di darerah vagina haruslah terjaga dengan baik. Jika, daerah vagina tidak dijaga kebersihannya akan menimbulkan berbagai macam penyakit salah satunya keputhan. Hal ini menyebabkan kelembaban vagina mengalami peningkatan dan hal ini membuat penyebab infeksi berupa bakteri patogen akan sangat mudah untuk menyebarnya.
  • Stress. Semua organ tubuh kinerjanya di pengaruhi dan dikontrol oleh otak, maka ketika reseptor otak mengalami kondisi stress hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan dan keseimbangan hormon -hormon dalam tubuh dan hal ini dapat menimbulkan terjadinya keputihan.
  • Penggunaan obat-obatan. Penggunaan obat antibitok dalam jangka lama bisa menyebabkan sistem imunitas pada tubuh wanita, dan obat antibiotik biasanya dapat menimbulkan keputihan. Sedangkan gangguan keseimbangan hormonal dapat juga disebabkan oleh penggunaan KB

Keputihan yang disebabkan oleh jamur, parasit, bakteri dan virus

  • Jamur Monilia atau Candidas. Bercirikan memiliki warna putih seperti susu, cairannya sangat kentar, sangat berbau tidak seda dan menimbulkan rasa gatal pada sekitar daerah vagina. Hal ini dapat menyebabkan vagina mengalami radang dan kemerahan. Biasanya hal ini juga dipicu oleh adanya penyakit kencing manis, penggunaan pil KB, serta tubuh yang memiliki daya tahan rendah.
  • Parasit Trichomonas Vaginalis. Terjadi dan ditularkan melalui hubungan seks, bibir kloset atau oleh perlengkapan mandi. Memiliki ciri, cairan yang keluar sangat kental, memiliki warna kuning atau hijau, berbuih dan berbau anyir. Keputihan akibat parasit tidak menimbulkan gatal, tapi jika ditekan vagina akan terasa sakit

  • Bakteri Gardnella. Keputihan akibat infeksi bakteri ini memiliki ciri berwarna keabuan, sedikit encer, memiliki bau ami dan berbuih. Keputihan jenis ini dapat menimbulkan rasa gatal yang sangat menggangu.

  • Virus. Keputihan jenis ini timbul akibat penyakit kelamin, seerti HIV/AIDS, herpes dan conyloma. Timbulnya kutil-kutil yang banyak dan diikuti oleh cairan berbau menandakan adanya virus condyloma. Biasanya ibu hamil sering terjangkit oleh virus ini. VIrus yang dapat ditularkan oleh hubungan seks yaitu virus herpes. Cirinya adanya luka yang melepuh di sekitar lubang vagina, terasa panas dan menimbulkan rasa gatal. Kanker mulut rahim yang sangat berbahaya bagi kaum wanita dapat di picu oleh keputihan yang disebabkan oleh keputihan akibat virus.

?Untuk pengobatan Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Tidak harus dokter spesialis Kulit dan Kelamin. Dokter umum pun bisa mengobati. Karena untuk menentukan penyebab tidak mudah. Ada beberapa pertanyaan yang harus diajukan dan harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar