Sukses

Anak Susah Makan

24 Aug 2015, 12:06 WIB
Wanita, 1 tahun.

saya ingin bertanya, anak saya usia 14 bln, untuk aktivias makan maupun minum sufor dya kurang, beberapa hari yang lalu dia demam, dan sekarang makan ny tambah susah, terakhr periksa ke RS BB ny 6.7kg, dr RS dikash vit racikan agar enzim pencernaan ny kembali normal, gmn menurut dokter apakah BB anak sya normal dan apakah anak saya termasuk cacingan?

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan saat ini. Berat badan normal seusia anak Anda seharusnya adalah antara 14-17 kg. Jadi berat badan anak Anda tergolong rendah. Apakah anak sering sakit? Apabila sering sakit, sakit apa yang biasa diderita? Apakah batuk pilek? Atau BAB mencret? Sayang sekali kami tidak memperoleh informasi mengenai hal ini.Bagaimana dengan tumbuh kembangnya? Apabila Anda ingin menambahkan vitamin untuk anak Anda, maka Anda dapat memberikan vitamin yang mengandung lysin atau curcuma yang dapat meningkatkan nafsu makan anak Anda.

Masalah gizi anak memang selalu menjadi topik utama bagi orangtua. Apabila anaknya tampak kurus, kekhawatiran orangtua terjadi, akankah anak mereka dapat memiliki tumbuh kembang yang sesuai atau tidak. Apabila Anda dan pasangan termasuk kurus, ada kemungkinan anak Anda mengikuti jejak Anda. Pada beberapa anak memang terlihat kurus, karena memiliki kecenderungan genetik untuk menjadi kurus. Namun, apabila setelah diperhatikan berat badannya yang menurun drastis, hal ini harus didiskusikan lebih lanjut ke dokter. Penurunan berat badan dapat merupakan salah satu gejala dari penyakit yang mendasari.

Mengapa mereka sulit makan?

  1. Beberapa anak tidak suka mencoba hal baru karena memang sudah karakteristik anak itu sendiri tidak suka mencoba hal baru. Secara alamiah, anak akan mengikuti perilaku  makan orangtuanya. Jangan salahkan anak Anda ketika mereka menjadi pemilih dalam hal makan. Pikirkan ulang, apakah Anda juga demikian? Sebuah studi menemukan bahwa ibu yang menunjukkan (dengan ekspresi wajah, bahasa tubuh atau kata-kata) bahwa mereka tidak ingin mencoba makanan baru, memiliki anak yang juga cenderung untuk menolak makanan baru (Carruth & Skinner, 2000)
  2. Beberapa anak sensitif terhadap bentuk, bau, dan tekstur makanan. Penelitian lain menemukan bahwa preferensi makanan orang tua terkait dengan preferensi makanan anak-anak mereka (Borah-Giddens & Falciglia, 1993). Kita sebagai orangtua cenderung untuk menyiapkan makanan yang kita nikmati, sehingga anak-anak kita lebih akrab dengan makanan yang terbiasa dimakan orangtuanya dibanding makanan lain.
  3. Beberapa anak terlihat sulit untuk makan karena sebenarnya mereka ingin makan sendiri
  4. Beberapa anak sangat aktif sehingga sulit untuk diam dan duduk beberapa saat untuk makan
  5. Beberapa anak memiliki gangguan pada pencernaan

Beberapa tips berikut dapat dilakukan untuk menyiasati kesulitan anak Anda makan.

  1. Untuk anak yang tidak suka mencoba hal baru
  • Berikan makanan baru di piring yang sama dengan makanan yang biasa anak Anda makan. Biarka dia menjilat, mencoba rasa dan tekstur, serta mencium bau makanan baru
  • Secara rutin, namun tidak memaksa, tawarkan makanan baru kepada anak Anda. Menurut penelitian, seorang Anak akan mencoba memakan makanan baru setelah 10-15 kali ditawari makanan tersebut
  • Jangan membuat makanan cepat saji sesuai dengan yang anak Anda minta. Namun, pastikan setiap waktu makannya, ada makanan yang sudah dia kenal sebelumnya
  • Libatkan anak Anda dalam menyiapkan makanan. Memegang dan mencium makanan saat menyiapkan makanan akan membuat anak terbiasa dengan makanan tersebut sebelum akhirnya memakan makanan tersebut
  • Untuk para orangtua disarankan untuk mencoba juga makanan sehat baru yang Anda inginkan untuk anak Anda makan. Sehingga menciptakan suasana kebiasaan baru dalam keluarga
  1. Untuk anak Anda yang sensitif terhadap bau, tekstur, dan rasa makanan
  • Secara rutin, namun tidak memaksa, tawarkan makanan baru kepada anak Anda. Menurut penelitian, seorang Anak akan mencoba memakan makanan baru setelah 10-15 kali ditawari makanan tersebut
  • Sediakan makanan sehat baru di piring yang sama dengan makanan yang sudah anak Anda kenal sebelumnya
  • Coba caritahu kesensitifan anak Anda, misal apabila anak Anda tidak suka makan lunak, maka berikan nasi bukan bubur.
  • Cobalah berkonsultasi ke dokter mengenai kesensitifan anak Anda
  1. Untuk anak Anda yang terlihat sulit makan, namun sebenarnya ingin makan sendiri
  • Berikan makanan yang anak Anda bisa pegang sendiri (finger foods)
  • Berikan anak Anda kendali atas sendok, biarkan anak merasa memiliki wewenang atas apa yang mau ia makan, seberapa banyak dia ingin makan, mengatur letak makanan yang ada di dalam piring.
  • Anda boleh membantu menyuapi anak selagi anak makan sendiri, namun jangan memaksa
  1. Untuk anak Anda yang sangat aktif
  • Buat waktu makan yang singkat sekitar 10 menit sehingga ia tidak bosan. Pastikan makanan sudah siap disajikan sebelum anak Anda duduk di meja makan.
  • Letakkan makanan sehat di dalam mangkuk yang letaknya dapat dijangkau oleh anak Anda, sehingga kapanpun ia merasa lapar, dapat segera megambilnya
  1. Untuk anak Anda yang memiliki masalah pencernaan
  • Diskusikan masalah pemberian makan ini lebih lanjut dengan dokter Anda

Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menaikkan berat badan anak Anda adalah dengan memberikan makanan tinggi kalori yang sehat. Berikut adalah daftar makanan tinggi kalori yang sehat yang dapat diberikan kepada anak Anda:

·         Susu: Susu, keju, yogurt, es krim, krim sup, puding

·         Protein: Telur, selai kacang, sup kacang, kacang-kacangan

·         Karbohidrat: Roti, makaroni dan keju, pasta, roti, pancake, kentang tumbuk, sereal 

Jika anak Anda adalah pemilih makanan dan menolak untuk menambah makanan baru dalam makannya, dapat dicoba juga dengan menggunakan suplemen makanan cair berkalori tinggi sesuai rekomendasi dokter. Namun harus dipastikan bahwa jumlah konsumsi susu, suplemen makanan cair, dan jus yang anak Anda makan jangan sampai membuatnya kenyang sehingga melupakan menu makan utamanya. Cobalah untuk membatasi jus untuk tidak lebih dari satu cangkir sehari dan susu tidak lebih dari dua cangkir sehari.

Apabila anak Anda dirasakan sudah mendapatkan cukup kalori tapi tampaknya belum mendapatkan berat badan ideal, terus bekerja sama dengan dokter untuk menemukan kondisi yang mendasari. Di sisi lain, jika anak Anda menolak untuk makan, kemungkinan ada alasan psikologis yang sebaiknya Anda diskusikan dengan ahli terapi anak. 

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar