Sukses

Penanganan Mioma

25 Aug 2015, 12:43 WIB
Wanita, 27 tahun.

Selamat pagi dok..saya zahra umur 27 tahun belum menikah.. Saya ada rencana untuk menikah tetapi saya mempunyai miom sebesar 11.6×5.6 cm..saya sudah cek ca-125 dengan hasil 8.25..mohon sarannya dok apakah saya har us operasi dulu baru menikah at au menikah dulu dok? Dan apakah klo miom diangkat Saya msh bisa mempunyai keturunan dan rahim tidak diangkat? Terima kasih sebelumnya Wassalam

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Pasti cukup berat mendengar kabar tersebut. Namun Anda tidak perlu khawatir, dan mari kita diskusikan tentang penanganan mioma. Mioma uteri atau juga dikenal dengan leiomioma uteri atau fibroid adalah tumor jinak rahim yang paling sering didapatkan pada wanita. Leiomioma berasal dari sel otot polos rahim dan pada beberapa kasus berasal dari otot polos pembuluh darah rahim.

Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin.  Leiomioma yang tidak bergejala  terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1).  Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar. Leiomioma uteri dapat berlokasi di dinding rahim, menonjol melalui rongga endometrium atau permukaan rahim, dan dikenal sebagai subserosa, intramukosa, dan submukosa.

Jika Anda belum ingin melakukan tindakan terhadap miom tersebut, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah mioma. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan. Terapi mioma terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya mioma ditangani dengan terapi hormonal, yang akan memproduksi efek untuk mengecilkan mioma. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Terapi operasi :

a.Miomektomi (operasi pengambilan mioma uteri)

Dipertimbangkan apabila seorang wanita masih berusia muda atau masih ingin memiliki anak lagi. Setelah miomektomi, pasien disarankan untuk menunda kehamilan selama 4-6 bulan karena rahim masih dalam keadaan rapuh setelah dioperasi. Komplikasi dari miomektomi berupa risiko perdarahan harus dipertimbangkan. Kemungkinan untuk pertumbuhan mioma lagi setelah miomektomi berkisar 20-25% pasien

b.Histerektomi

Pengangkatan rahim keseluruhan yang dipertimbangkan pada wanita yang sudah tidak menginginkan anak lagi, pertumbuhan mioma yang berulang setelah miomektomi, dan nyeri hebat yang tidak sembuh dengan terapi konvensional

Untuk evaluasi dan terapi lebih lanjut, kami sarankan agar Anda berkonsultasi kepada dokter kebidanan dan kandungan. Jika Anda masih merasa ragu dengan saran dokter tersebut, cobalah minta second opinion ke dokter lain untuk lebih memberikan kepastian untuk pilihan Anda, dan dilema Anda untuk rencana memiliki anak.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar