Sukses

Mengenai Menopause

07 Sep 2015, 10:37 WIB
Wanita, 44 tahun.

apakah utk wanita usia 44 thn yg 5 bulan tidak menstruasi berarti menopouse? apakah ada obat agar mentruasi lagi?

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Menopause adalah tidak terjadinya periode menstruasi selama 12 bulan akibat dari tidak aktifnya folikel sel telur. Dalam pengertian awam adalah tidak terjadinya lagi siklus menstruasi. Umumnya gejala menopause adalah haid yang semakin berkurang, namun haid yang terus menerus dapat juga terjadi karena intinya adalah perubahan siklus menstruasi sebelum pada akhirnya berhenti.

Menopause adalah bagian dari periode transisi perubahan masa reproduktif ke masa tidak reproduktif. Usia rata-rata menopause berkisar 43 – 57 tahun namun tidak ada cara yang pasti untuk memprediksi kapan seorang wanita akan memasuki masa menopause. Selain itu, faktor keturunan juga berperan disini, seorang wanita akan mengalami menopause pada usia tidak jauh berbeda dari ibunya.

Bila telah dilakukan pemeriksaan dan tidak didapatkan adanya suatu kelainan pada sistem reproduksi Anda, maka sangat mungkin kondisi ini disebabkan oleh masa perimenopause (transisi ke masa menopause), yaitu mulai terjadi ketidak seimbangan hormonal. Yang terpenting saat ini adalah penerapan pola hidup sehat:

  1. Makan makanan sehat yang rendah lemak, tinggi serat; asupan kalsium cukup, hindari rokok dan batasi konsumsi kafein
  2. Olahraga teratur minimal 30 menit 3x/hari
  3. Usahakan lebih rileks, kurangi stres (misalnya melalui kegiatan meditasi atau yoga)

Bagaimana dengan yang Anda alami? Apakah saat ini Anda tidak pernah lagi sama sekali menstruasi? atau menstruasi namun siklusnya jarang-jarang dan tidak teratur? Apabila Anda tidak menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, memungkinkan Anda mengalami menopause. Untuk memastikan diagnosis diperlukan pemeriksaan penunjang lebih lanjut. Kami sarankan Anda memeriksakan diri langsung ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar dapat dilakukan evaluasi menyeluruh.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar