Sukses

Pemeriksaan H. pylori Dalam Darah

31 Aug 2015, 16:40 WIB
Pria, 32 tahun.

Sore dok....saya ingin tanya dok.kalau pemeriksaan H.pylori bisa gak dok cukup dengan tes lab darah.apa kah hasil nya akurat kah dok...ada yg bilang tidak seakurat endoscopy.jujur aja dok...dana Blm cukup dok untuk endoscopy. Saya sakit asam lambung dok...udah 3 bulan sendawa nya gak hilang2 ya dok....leher bagian belakang/tengkuk sakit ya dok...apa ada pengaruh sama asam lambung ya dok... Kemarin saya berobat di kasih amoxcilin,omeprazole,diazepam,hyorex(salut selaput),domperidone maleate.ini obat2 apa ya dok.... Mohon info nya dok...terima kasih.

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Sebelumnya kami akan menjelaskan sedikit mengenai pemeriksaan H. pylori. Helicobacter pylori merupakan bakteri yang terdapat di saluran cerna, dan bergantung pada indikasi medis, berbagai jenis tes untuk mendeteksi H. pylori dapat dilakukan untuk mengetahui adakah infeksi oleh H.pylori yang menyebabkan iritasi atau ulserasi pada dinding lambung, ataupun untuk mengevaluasi keberhasilan terapi untuk infeksi H.pylori yang telah terjadi.

Selain tes dengan UBT (Urea Breath Test), tes antigen feses, atau biopsi lambung; deteksi H. pylori dalam tubuh dapat dilakukan melalui pemeriksaan antibodi (IgA, IgG, atau IgM) dalam darah. Mungkin tes darah ini yang Anda maksudkan. Antibodi merupakan protein yang dihasilkan tubuh untuk melawan zat atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh, salah satunya bakteri. Bila terdeteksi antibodi dalam tubuh, menunjukkan bahwa seseorang sedang terinfeksi atau pernah terinfeksi di waktu lampau. IgG merupakan jenis antibodi paling kecil dan dapat ditemukan di seluruh cairan tubuh. IgM merupakan jenis antibodi paling besar dan ditemukan di darah, cairan limfa, serta muncul pertama kali sebagai respon infeksi. IgG menandakan adanya infeksi di masa lampau dan dapat tetap terdeteksi setelah terapi.

Namun tes antibodi ini kurang direkomendasikan bila Anda pernah mendapatkan terapi untuk infeksi H. pylori sebelumnya. Oleh karenanya untuk mengetahui tes mana yang paling sesuai dengan kondisi Anda, harus disesuaikan dengan kondisi klinis yang diketahui melalui pemeriksaan fisik langsung, dan wawancara medis untuk mengetahui keluhan dan riwayat penyakit Anda.

Selanjutnya mengenai obat yang Anda sebutkan. Domperidone merupakan golongan GIT regulator yang ditujukan untuk mengurangi gejala mual muntah. Amoxicillin merupakan golongan antibiotik penicillin untuk mengatasi infeksi bakteri. Omeprazole merupakan obat yang bekerja menekan sekresi asam lambung dengan menghambat H+/K+-ATPase (pompa proton) pada permukaan kelenjar sel parietal lambung pada pH < 4. Omeprazole yang berikatan dengan proton (H+) secara cepat akan diubah menjadi sulfonamida, suatu penghambat pompa proton yang aktif. Penggunaan omeprazole secara oral menghambat sekresi asam lambung basal dan stimulasi pentagastrik. Hyoscine butylbromide merupakan golongan antispasmodik yang ditujukan untuk memperbaiki pergerakan (motilitas) saluran cerna dan mengurangi spasme.

Di samping pengobatan, penting juga mengubah pola makan agar terhindar dari gejala sakit maag. Kami menyarankan Anda agar makan yang teratur, jangan terlambat makan, dan mengurangi makanan yang asam dan pedas. Hindarilah minuman beralkohol, merokok, dan minum kopi. Bila sehabis makan, jangan langsung bebaring (tidur), biarkan 1-2 jam terlebih dulu, karena dapat membuat isi lambung kembali ke atas atau mulut (GERD).Dengan pola makan yang baik, Anda dapat mengurangi timbulnya keluhan dan mengurangi jumlah obat yang dikonsumsi.

Kami sarankan agar Anda langsung memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam ahli gastroenterologi untuk tata laksana selanjutnya, sehingga dapat diberikan pengobatan yang sesuai untuk Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar