Sukses

TB dan Imunisasi

09 Sep 2015, 18:21 WIB
Wanita, 18 tahun.

sy sdh MCU kerja. Hasilnya TB. Lanjut berobat d kasih multivitamin dr puskes. Apa penyakit ini ada hub.nya krn sy tdk imunisasi waktu kecil? jk sy ingin d vaksin, d cover sma BPJS ga?

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis yang bersifat sistemik, yang dapat bermanifestasi pada hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer.

Indonesia berada pada ranking ke-5 dari negara penderita TB terbanyak di dunia. Selain tinggal di negara endemis, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang menderita Tuberkulosis, antara lain:

  • Penurunan daya tahan tubuh: Hal in dapat disebabkan oleh penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh seperti HIV/AIDS, diabetes, atau pengobatan jangka lama dengan imunosupresan seperi kortikosteroid, pengobatan arthritis atau obat-obatan kemoterapi.
  • Kontak dengan orang lain yang terinfeksi Tuberkulosis (yang tidak diterapi), umumnya orang yang sehari-hari berada di sekitar Anda seperti anggota keluarga, teman, tetangga, atau rekan kerja.
  • Konsumsi obat-obatan terlarang atau alkohol untuk jangka waktu yang lama (menurunkan daya tahan tubuh)
  • Kurang gizi (malnutrisi)
  • Merokok (mempengaruhi daya tahan paru)

Tuberkulosis dapat disembuhkan secara tuntas, dengan ketentuan faktor-faktor risiko yang disebutkan di atas dapat dihilangkan: penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh diobati, berhenti merokok, menghindari konsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol, menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan gizi seimbang dengan jumlah yang cukup, dan minum obat secara teratur sampai tuntas.

Lama  pengobatan TB pada penderita dapat berkisar 6-9 bulan, tergantung dari jenis TB dan respon penderita terhadap pengobatan. Sejauh ini, jenis obat TB yang efektif memang kombinasi dari penggunaan empat obat-Rifampisin, INH, Pirazinamid, dan Etambutol, ditambah dengan suntikan Streptomisin pada mereka yang tergolong dalam Penderita TB kategori 2 ( pasien kambuh, gagal ataupun dengan riwayat pengobatan terputus). 

Bakteri TB tumbuh lambat dan dapat hidup berbulan-bulan walaupun sudah terkena antibiotika (bakteri TBC memiliki daya tahan yang kuat). Walaupun gejala penyakit TBC sudah hilang, pengobatan tetap harus dilakukan sampai tuntas, karena bakteri TB sebenarnya masih berada dalam keadaan aktif dan siap membentuk resistensi terhadap obat. Jika pengobatan dihentikan sebelum waktunya atau sering lupa minum obat, bakteri TB dapat menjadi resisten sehingga lebih berbahaya dan sulit untuk diterapi. Karena itu dukungan keluarga sangat penting dalam pengobatan pasien TB. Penjelasan yang lebih lengkap mengenai Tuberkulosis dapat Anda baca di rubrik kami ini: https://www.klikdokter.com/illness/detail/206.

Mengenai vaksinasi untuk TB (vaksin BCG), apabila seseorang berumur > 3 bulan maka harus dilakukan uji tuberculin terlebih dulu, vaksinasi BCG diberikan apabila uji tuberkulin negatif. Namun bila Anda sudah positif TB, maka vaksinasi tidak lagi efektif dan dibutuhkan pengobatan rutin untuk mengatasi infeksi tuberkulosis tersebut. 

Selanjutnya, pelayanan imunisasi dasar merupakan salah satu pelayanan pemerintah yang juga didapatkan oleh peserta BPJS Kesehatan meliputi imunisasi dasar untuk balita seperti Bacille Calmette-Guerin (BCG) untuk TB, Difteri Pertusis Tetanus dan Hepatitis-B (DPT-HB), Polio, dan Campak. Sementara vaksinasi dewasa tidak termasuk layanan tersebut.

Kami menyarankan Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk pengobatan TB yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar