Sukses

Kekurangan Zat Besi

18 Aug 2015, 15:52 WIB
Wanita, 24 tahun.

Dok, kenapa sekarang kalau setelah minum susu saya langsung merasa pusing dan eneg. Padahal dulu tidak seperti itu.. Saya pernah didiagnosa gejala osteoporosis. Setiap kali datang bulan saya sangat lemah dan pusing. Saya juga berencana untuk segera hamil pertama. Berat badan saya sulit bertambah. Jika saya kekurangan zat besi, saya kesulitan untuk minum susu. Apakah kekurangan zat besi bisa berpengaruh pada janin? Bagaimana saya harus merawat badan saya?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Apakah saat ini Anda mengonsumsi susu jenis baru yang sebelumnya belum pernah Anda konsumsi atau susu tersebut adalah susu yang sama yang pernah Anda konsumsi sebelumnya? Apakah ada gejala lain seperti diare?

Zat besi adalah nutrisi penting untuk tubuh manusia. Akibat dari kekurangan zat besi adalah terjadinya suatu kondisi yang disebut anemia defisiensi zat besi. 

Anemia defisiensi zat besi merupakan jenis anemia yang paling sering dijumpai terutama pada wanita usia produktif dan ibu hamil. Kondisi ini mudah sekali ditangani. Terjadi ketika tubuh tidak memiliki jumlah zat besi yang cukup untuk memproduksi hemoglobin, suatu protein yang terdapat di dalam sel darah merah. Hemoglobin berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Pada anemia defisiensi besi, darah tidak dapat menghantarkan oksigen yang cukup dibutuhkan ke jaringan.

Tanpa zat besi yang cukup, tubuh akan mulai menggunakan cadangan zat besi yang lama-kelamaan akan habis digunakan. Setelah cadangan zat besi habis, jumlah sel darah merah yang dibuat tubuh akan semakin sedikit.

Anemia defisiensi zat besi disebabkan oleh asupan makanan yang kurang bergizi, akibat kehilangan darag atau dapat pula akibat ketidakmampuan saluran cerna untuk menyerap zat besi dari makanan.

Jika Anda mengalami anemia ringan, sangat mungkin Anda tidak menyadari atau merasakan adanya gejala. Sebagian besar gejala muncul ringan dan berkembang seiring berjalannya waktu. Gejala yang dapat ditimbulkan antara lain:

  • Merasa lelah atau lemah dibandingkan sebelumnya

  • Sakit kepala

  • Gangguan konsentrasi

  • Sering menggerutu

Ketika anemia semakin memburuk dapat menyebabkan keluhan:

  • Sesak napas, nyeri dada, dada berdebar-debar

  • Hasrat untuk mengonsumsi benda selain makanan seperti kertas, tanah, dan lain sebagainya bahkan kotoran. Kelainan ini secara medis disebut “pica”

  • Kuku kering dan mudah patah

  • Rambut rontok

  • Pucat

  • Lidah membengkak atau terasa sakit

Untuk mengatasinya Anda dapat mengonsumsi makanan yang kaya zat besi. Berikut adalah beberapa jenis makanan kaya zat besi:

  • Daging: sapi, kambing, terutama organ-organ seperti hati

  • Unggas: ayam, bebek, terutama bagian hati

  • Ikan: sarden, ikan teri, tiram

  • Sayuran hijau: brokoli, kale, kangkung, bayam

  • Kacang-kacangan

  • Kuning telur (namun jangan berlebih karena selain tinggi zat besi, kuning telur juga tinggi kolesterol)

  • Pasta dan sereal yang kaya kandungan zat besi

Kami sarankan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan sehingga penanganan yang diberikan akan optimal.

Anda dapat pula mengunjungi rubrik spesialis Bebas Anemia untuk menambah wawasan Anda tentang anemia.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar