Sukses

Terapi amandel
15 Aug 2015, 00:50 WIB
Wanita, 29 tahun.

Amandel pada anak balita apakah harus diperasi?

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Amandel atau dikenal dengan nama tonsil adalah jaringan limfoid yang berlokasi di beberapa tempat dalam rongga mulut dan rongga faring. Tonsil yang paling dikenal adalah tonsil palatina yang berlokasi di  oro faring (kanan-kiri, belakang lidah), berbentuk almond, sepasang, dan mudah dilihat.

Fungsi dari tonsil adalah melawan infeksi di dalam tubuh,khususnya pada daerah mulut baik yang disebabkan oleh virus , jamur maupun bakteri dengan cara membantu tubuh memproduksi antibodi untuk membantu melawan infeksi. Saat terjadi infeksi, tonsil bekerja lebih keras untuk melawan infeksi tersebut sehingga terjadi pembesaran maupun peradangan tonsil yang disebut dengan tonsillitis. Gejala umum tonsillitis adalah nyeri tenggorok dan demam. Pada tenggorok dan tonsil biasanya terlihat merah dan membengkak. Pada tonsil dapat terlihat nanah yang menutupi secara penuh ataupun  bercak-bercak.

Tonsilitis yang disebabkan oleh virus akan menghilang dengan sendirinya. Pengobatan akan bertujuan untuk membantu Anda merasa lebih nyaman. Bila tonsillitis yang terjadi pada anak Anda disebabkan oleh bakteri, maka perlu pengobatan antibiotik. Bila, tonsillitis ini terjadi berulangkali, atau tidak membaik dengan pengobatan serta mengganggu aktivitas sehari-hari, maka operasi pengangkatan tonsil/tonsilektomi/ tindakan operasi adalah pilihan yang tepat.

Infeksi pada tonsil yang disarankan untuk melakukan operasi umumnya disebabkan oleh kuman Streptococcus. Operasi pengangkatan tonsil (tonsilektomi) ataupun adenoidektomi umumnya dilakukan pada anak-anak. Tonsilektomi atau adenoidektomi diindikasikan pada pasien dengan :

  • Tonsilitis akut dengan episode berulang
  • Tonsilitis kronik yang persisten dan menyebabkan nyeri tenggorokan
  • Terdapat keluhan sleep apneu (sumbatan saluran napas akibat tonsil yang membesar)
  • Sulit menelan akibat tonsil yang membesar
  • Tonsil yang sangat besar dengan kripta

Jadi tidak semua tonsilitis dioperasi. Tonsil sendiri merupakan salah satu pertahanan tubuh sehingga apabila tidak memenuhi indikasi diatas maka tidak perlu dioperasi. Pembesaran tonsil dan adenoid dapat dicegah dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh, menghindari pencetus alergi, dan menghindari zat yang merangsang pembesaran tonsil dan adenoid seperti MSG dan dingin.

Apabila terdapat peradangan baik faring maupun tonsil, dapat diatasi dengan obat-obatan, baik antiradang, batuk, atau antibiotik bila perlu. Kami sarankan agar Anda mengkonsultasikan ke dokter spesialis THT untuk dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung dan evaluasi lebih lanjut apabila penyakit ini datang serta agar mendapat penanganan yang tepat. 

Berikut ini kami sertakan beberapa artikel yang kami miliki untuk menambah informasi Anda :

Amandel - Tonsilitis

Mengatasi Amandel

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar