Sukses

Anak Sulit Buang Air Besar

13 Aug 2015, 09:52 WIB
Wanita, 45 tahun.

Dokter yang baik hati, saya ingin bertanya tentang masalah pencernaan anak saya. ketika usia 8,5 bulan sampai sekarang sudah 10 bulan mengalami gangguan susah BAB, terkadang sampai menangis ketika BABnya keras. 2, 3, bahkan 5 hari baru mau keluar ketika sudah diberikan obat tetes pencahar. normal beberapa hari, kemudian kambuh lagi. sampai sekarang masih demikian. dari segi makanan anak saya mau makan apa saja, di usia 9 bulan beratnya sudah 10 kg, sekarang mungkin lebih. dari makanan rutin 3x sehari, kami memberikan beras merah,wartel,kentang & brokoli, setelah direbus kemudian diblender. Alhamdulillah makannya lahap. jus buah-buahan sudah diminum ibu & balita saya juga mau minum. tapi tetap saja tidak ada perubahan. bahkan istri saya sampai diare krn terlalu banyak minum jus buah-buahan. Asi juga rutin diberikan kepada anak saya. apa kira-kira solusi untuk anak saya Dok . . ?

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Pada anak-anak, sulit buang air besar atau konstipasi diartikan sebagai buang air besar yang jarang (kurang dari 3 kali dalam seminggu), buang air besar yang menyebabkan rasa sakit, atau kedua-duanya yang telah terjadi selama 2 minggu lebih.
 
Apa saja yang dapat terjadi dan perlu Anda waspadai jika anak Anda mengalami sulit buang air besar?
  1. Pada bayi baru lahir hingga usia 4-6 bulan, tidak mengeluarkan kotoran dan kesulitan untuk buang air besar dapat merupakan suatu pertandan adanya penyakit Hirschprung. Pada penyakit ini usus besar tidak dapat bergerak karena tidak adanya sel-sel saraf pada suatu bagian tertentu usus besar.
  2. Pada bayi usia sampai 1 tahun, konstipasi dapat disebabkan karena perubahan makanan, seperti perubahan dari ASI ke susu formula, penambahan MPASI dan perkenalan terhadap makanan yang lebih padat).
  3. Pada anak usia 1-3 tahun, sulit buang air besar dapat disebabkan karena kurangnya asupan cairan, belum terbentuknya kebiasaan untuk buang air besar yang teratur dan adanya gangguan pada daerah bokong seperti penyakit ruam popok.
  4. Pada anak usia sekolah, konstipasi dapat disebabkan karena perubahan pola buang air besar. Anak yang sudah mulai sekolah biasanya enggan untuk buang air besar di sekolah sehingga cenderung menahan buang air besar yang mengakibatkan kotoran menjadi semakin keras dan semakin sulit untuk dikeluarkan. Selain itu, makanan rendah serat juga berperan menyebabkan kesulitan buang air besar.
Penanganan sulit buang air besar pada anak-anak perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Bila konstipasi tidak disebabkan karena suatu masalah kesehatan yang serius, maka orang tua dapat mencoba beberapa hal berikut:
  1. Memberikan makanan-makanan tinggi serat untuk anak-anak seperti gandum, buah, dan sayur.
  2. Meningkatkan asupan cairan bagi anak.
  3. Menghindari konsumsi susu sapi dan produk susu sapi (keju, es krim). Konstipasi dapat diperparah karena proses mencerna protein susu sapi.
  4. Hindari penggunaan obat pencahar, suplemen serat dan pelunak kotoran secara berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan pada kerja saluran cerna. Gunakan obat-obatan ini hanya dengan konsultasi dan pengawasan dokter.

Jika konstipasi masih terus berlangsung, kami sarankan agar Anda membawa anak berkonsultasi kepada dokter spesialis anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar