Sukses

Keputihan Berbau Amis Warna Kecoklatan

10 Feb 2016, 21:09 WIB
Wanita, 24 tahun.

Selamat pagi Dok, Saya ingin menanyakan mengenai keputihan yang saya alami, awal mula keputihan yang saya alami berwarna putih bening dan tidak berbau, itu saya tanyakan ke dokter hanya karena hormon dan kecapean, tetapi belakangan ini saya mengalami keputihan setelah haid, namun keoutihan ini berbau amis seperti telur dan berwarna keruh, hampir kecoklatan. Tolong apa yang harus saya lakukan, dan apakah hal tersebut berbahaya atau tidak, Terimakasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Keputihan atau dalam kedokteran disebut flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan (bukan darah).  Keputihan ada 2 macam, fisiologis dan patologis. Yang dimaksud fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi pada wanita akibat dari perubahan hormonal ketika menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Keputihan patologis adalah keputihan yang terjadi diakibatkan oleh parasit, jamur, bakteri, dan penyakit lainnya.

Apakah selain keputihan Anda merasakan gejala lainnya, seperti:

  • rasa gatal pada kemaluan
  • rasa terbakar pada kemaluan
  • bau amis atau bau ikan busuk pada keputihan
  • keputihan yang bergumpal atau berbusa

Apabila memang ada keluhan seperti yang disebutkan di atas maka kemungkinan ini adalah keputihan yang patologis. Keputihan yang fisiologis adalah keputihan yang berwarna bening, tidak terlalu banyak, tidak gatal, tidak berbau, dan tidak panas.

Untuk menjaga agar keputihan tidak datang kembali, gunakanlah pakaian dalam yang kering, gantilah pembalut atau pantyliners tiap tiga-empat jam sekali, cebok dengan arah depan ke belakang, dan selalu keringkan.

Keputihan yang terjadi akibat infeksi memerlukan pengobatan sesuai dengan kuman penyebabnya. Apabila keputihan ini berlanjut dan ada tanda-tanda yang kami tanyakan di atas maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk konsultasi lebih lanjut.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar