Sukses

Sperma Tidak Bisa Menembus Sel Telur

30 Jul 2015, 15:54 WIB
Wanita, 25 tahun.

pagi dok, saya mau tanya saya udh menikah 1 tahun 4bln, tp masih blm diberikan momongan sampai saat ini. saya sdh ke dokter bbrp kali utk program hamil, tp hasil nya tetap tdk ada hasil. haid saya jg tdk teratur dok, bln mei saya haid tgl 11 bln juni tgl 24. jadi agak susah utk menghitung masa subur saya. suami jg sampai cek sperma, kata dokter bentuk sperma suami saya itu tdk bagus yg mengakibatkan sperma tdk bisa menembus sel telur. bagaimana dok solusi nya. terima kasih sblm nya dok. selamat pagi

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Pada saat ejakulasi, seorang pria normalnya akan mengeluarkan cairan sebanyak 2-5 ml yang terdiri dari cairan mani dan sperma.Secara normal pada saat ejakulasi, akan dikeluarkan cairan ejakulat yang berwarna putih karena memiliki banyak kandungan sperma yang kaya akan protein. Sperma ini dihasilkan oleh testis dan baru akan dikeluarkan bersama dengan air mani saat ejakulasi.

Cairan mani  (semen) yang normal umumnya berwarna putih atau keabu-abuan. Namun warna semen dan konsistensi dapat bervariasi tergantung usia, makanan dan frekuensi ejakulasi. Pada awal ejakulasi, semen terlihat tebal dan lengket, namun memang akan mencair 20-30 menit kemudian. Selain itu, cairan mani yang keluar encer dapat juga terjadi bila telah lebih dari 1 kali ejakulasi dalam waktu yang berdekatan.

Umumnya jika tidak ada perubahan warna (kehijauan, kecoklatan, pink, merah) pada cairan mani Anda, sebenarnya tidak ada yang perlu Anda khawatirkan. Yang terpenting adalah menjaga agar sperma yang diproduksi tetap sehat.

Bagaimana Cara Agar Bisa Memproduksi Sperma yang Sehat?

  • Lakukan seks yang aman dan monogami
    Penyakit menular seksual meningkat risiko ketidaksuburan paling tinggi baik pada pria maupun wanita. Oleh karena itu, selalu gunakan kondom dan jangan berganti-ganti pasangan

  • Diet yang sehat
    Konsumsi banyak buah dan sayur yang tinggi akan antioksidan

  • Hindari obesitas
    Riset menunjukkan bahwa obesitas dapat mempengaruhi kesehatan sperma, baik jumlah maupun pergerakannya

  • Hindari stress
    Stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu kestabilan hormon yang diperlukan untuk produksi sperma

  • Olahraga

  • Temperatur yang tinggi
    Peningkatan suhu pada skrotum dapat mengganggu aktivitas produksi sperma. Untuk menjaga kesuburan, hindari menggunakan celana yang terlalu ketat, meletakkan laptop tepat pada paha/selangkangan Anda, berendam di air panas dan sauna. Jika harus bersepeda, naik motor atau duduk terlalu lama, beristirahatlah sejenak.

  • Rokok
    Rokok dapat menurunkan jumlah sperma, pergerakkan sperma dan merusak bentuk sperma

  • Alkohol & obat narkotika
    Konsumsi alkohol dan narkotika dapat menurunkan kualitas dan jumlah sperma

  • Pelumas saat berhubungan seksual
    Pelumas, termasuk cairan ludah, jelly, lotion dan produk pelumas yang dijual bebas dapat menganggu pergerakan sperma

Jumlah spermatozoa/ml yang dikatakan normal adalah lebih besar dari 20 juta/ml. Apabila jumlah sperma 0 Juta/ml disebut Azoospermia. Apabila jumlah sperma kurang dari 20 juta disebut Oligospermia. Kualitas pergerakan spermatozoa disebut baik bila 50% atau lebih spermatozoa menunjukkan pergerakan yang sebagian besar adalah gerak yang cukup baik atau sangat baik. Bila spermatozoa yang motil (pergerakannya baik) kurang dari 50%, maka spermatozoa disebut Astenozoospermia. Spermatozoa disebut mempunyai kualitas bentuk yang baik bila lebih besar dari 50% spermatozoa mempunyai morfologi(bentuk) normal. Pemeriksaan morfologi mencakup bagian kepala, leher dan ekor dari spermatozoa. Bila lebih besar dari 50% spermatozoa mempunyai morfologi abnormal, maka keadaan ini di sebut Teratozoospermia. Jumlah sperma yang cukup yaitu lebih dari 20 juta/ml, pergerakan sperma yang baik dengan jumlah cukup yaitu lebih dari 50%, dan bentuk sperma normal dengan jumlah cukup yaitu lebih dari 50% penting untuk keberhasilan membuahi sel telur Anda sehingga terjadi kehamilan.

Hasil analisa sperma yang kurang baik akan mempengaruhi keberhasilan dalam membuahi sel telur. Kelainan sperma dapat disebabkan beberapa hal, antara lain kelainan kromosom dan varikokel. Faktor kelelahan juga dapat menyebabkan produksi sperma kurang baik, sehingga biasanya dokter akan menganjurkan pemeriksaan ulang sebelum pemberian terapi. Varikokel adalah pembesaran vena (varises) pada pleksus pampiniferus (vena yang terdapat di testis). Hal ini dapat diperbaiki dengan beberapa cara mulai dari pemberian multivitamin, hormonal, sampai dengan operasi tergantung pada tipe varikokel itu sendiri. Vitamin yang baik untuk perkembangan sperma diantaranya vitamin C, vitamin E, dan antioksidan lainnya. Tetap optimis dan berusaha, pada beberapa pasangan berhasil memperoleh kehamilan setelah dilakukan terapi untuk meningkatkan jumlah sperma.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar