Sukses

Obat Alergi Sebabkan Rahim Kering?

07 Feb 2016, 11:02 WIB
Wanita, 30 tahun.

siang, bagaimana cara untuk mengembalikan rahim agar kembali normal, saya belum menikah tp bbrp bulan sebelumnya saya mengkonsumsi obat alergi anjuran dokter yang baru saya tahu baru-baru ini bahwa obat tersebut menyebabkab rahim yang kering tp dr tersebut tdk menginformasikan sblumnya, o/ krn itu sudah 5bln mens sy tdk lancar, bahkan bulan kemarin tidak kluar, apa yg harus saya lakukan, terima kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Namun, bagaimana anda tahu gangguan menstruasi yang anda alami (yang anda sebut sebagai 'rahim kering' tsb) disebabkan oleh obat alergi yang diberikan dokter Anda? Apakah terdapt bukti medisnya? apakah efek samping tersebut tertera dalam kemasan atau keterangan peringatan obat?

Sebetulnya tidak ada istilah "rahim kering" dalam dunia medis. Jika yang anda alami adalah gangguan mestruasi, maka banyak penyebabnya.

Bagaimana dengan siklus haid Anda sebelumnya? Apakah setiap bulan rutin mengalami haid?

Jika anda sudah 5 bulan ini sama sekali tidak mengalami menstruasi, maka yang Anda alami termasuk dalam kategori amenore.

Amenorea adalah keadaaan tidak terjadinya menstruasi pada seorang wanita.  Hal tersebut normal terjadi pada masa sebelum pubertas, kehamilan dan menyusui, dan setelah menopause.

Siklus menstruasi normal meliputi interaksi antara kompleks  hipotalamus-hipofisi-aksis indung telur serta organ reproduksi yang sehat.

Amenorea sendiri terbagi dua, yaitu:

  • Amenorea primer

Amenorea primer adalah keadaan tidak terjadinya menstruasi pada wanita usia 16 tahun. Amenorea primer terjadi pada 0.1 – 2.5% wanita usia reproduksi

  • Amenorea sekunder

Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea ), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa. Angka kejadian berkisar antara 1 – 5%

Penyebab terbanyak dari amenorea sekunder adalah kehamilan. Setelah kehamilan, menyusui, dan penggunaan metode kontrasepsi disingkirkan, maka penyebab lainnya adalah:

  • Stress dan depresi
  • Nutrisi yang kurang, penurunan berat badan berlebihan, olahraga berlebihan, obesitas
  • Gangguan hipotalamus dan hipofisis
  • Gangguan indung telur
  • Obat-obatan
  • Penyakit kronik dan Sindrom Asherman

Untuk itu, kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemeriksaan segera sehingga dapat segera diketahui penyebabnya dan segera mendapat penanganan yang optimal.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar