Sukses

Keputihan Campur Darah

08 Aug 2015, 22:26 WIB
Wanita, 19 tahun.

Dok, saya baru aja seks oral dan bergesekan kelamin dengan penutup pakaian dalam dengan pasangan saya. Kira kira satu jam kemudian saya telah berganti pakaian dalam perut kiri bawah saya agak nyeri tapi ilang ilangan dok dan saya merasa seperti ada cairan yg keluar. Ketika saya cek ternyata ada sedikit darah di pakaian dalam saya dan ketika saya elap dengan tisu yang keluar lendir bening banyak dok dan tidak ada darah lagi. Padahal di pakaian dalam saya sebelumnya tidak begitu dok. Sekitar 2hari sebelumnya saya juga mengalami keputihan mengeluarkan lendir bening agak banyak dan ada bercak darah sangat sedikit. Apakah selaput dara saya pecah dok? Atau bagaimana? Terima kasih dok.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang lumumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit. 

Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal yang disebabkan oleh infeksi maka memerlukan pengobatan dengan antijamur/antibiotik/antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya. 

Pada kasus Anda,  apabila keputihan kemerahan tersebut berlangsung terus menerus, kami menyarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengetahui keputihan Anda disebabkan oleh apa dan untuk mengetahui kondisi kesehatan organ kewanitaan Anda.

Berikut terdapat artikel untuk menambah informasi dan pengetahuan Anda :

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar