Sukses

Pecahnya Pembuluh Darah Di Hidung Anak

07 Feb 2016, 10:24 WIB
Wanita, 28 tahun.

dok saya pny anak umur 7thn. akhir2 ini di hidung dia srg keluar darah. tp darahny gk hebat. campur ingus. dan dia srg bersin jka bgn tdr, hbs mandi. darahny tidak seperti org mimisan.pernah sy bw ke dokter, ktny pembuluh di hidung pecah krn bersin kekencengan. apa itu berbahaya dok? gimn cr pengobatannya? dia pny riwayat sakit ispa umur 1thn an. makasi dok

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Pecahnya pembuluh darah pada bagian dalam mukosa hidung, apapun sebabnya, disebut dengan mimisan atau epistaksis.

Epistaksis terbagi 2 yaitu Epistaksis Anterior berasal dari bagian depan hidung dengan asal perdarahan dari pleksus Kiesselbach (kumpulan pembuluh darah). Sedangkan Epistaksis Posterior umumnya berasal dari rongga hidung posterior dengan asal perdarahan dari cabang pembuluh darah arteri sfenopalatina.

Mimisan yang terjadi pada anak sering terjadi akibat pecahnya pleksus Kiesselbach yang terdapat pada rongga hidung sebelah depan. Pada anak-anak pembuluh darah ini masih tipis dan rentan pecah. Mimisan akibat pecahnya pleksus Kiesselbach ini biasanya akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu 5 menit pada anak tanpa penyakit kelainan darah. Pada anak dengan masalah pada faktor pembekuan darah tentu waktunya akan lebih lama.

Mimisan umumnya juga disebabkan oleh:

  • Trauma / cedera / terjatu
  • Mengorek-ngorek hidung
  • Bersin terlalu kencang
  • Menghirup udara yang kering seperti pada ruangan ber-AC
  • Akibat cuaca panas
  • Hipertensi, tumor atau benda asing, dan masih banyak lagi

Hal yang bisa dilakukan jika terjadi mimisan:

  • Janganlah panik. Segera dudukan anak, jangan ditidurkan
  • Posisikan badan untuk dicondongkan ke arah depan, bukan diarahkan mendongak ke belakang dan jangan berposisi menengadah. Dengan demikia, darah akan keluar mengalir keluar lubang hidung, dan tidak masuk ke dalam karena bahaya masuk ke saluran pernapasan 
  • Lakukan pemencetan pada cuping hidung pasien atau biarkan anak lakukan dengan sendirinya
  • Lakukan pernapasan melalui mulut untuk sementara
  • Lakukan pemencetan selama kurang lebih 5 menit, pendarahan akan berhenti dengan sendirinya

Bila perdarahan tidak juga berhenti, atau bahkan semakin banyak, kami menyarankan agar membawa anak Anda ke klinik/RS terdekat untuk mendapat pengobatan lebih lanjut. Karena bisa saja mimisan terjadi karena pecahnya pembuluh darah yang terletak di hidung bagian belakang, maupun karena kelainan pada faktor pembekuan darah, sehingga tidak dapat teratasi hanya dengan memencet hidung pasien.

Bila frekuensi mimisan terjadi cukup sering, periksakan pula pasien ke dokter spesialis THT untuk pemeriksaan lebih lanjut karena terdapat kemungkinan adanya penyakit yang menyertai gejala tersebut.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar