Sukses

Nyeri Pinggang dan Perut Kram Saat Hamil
31 Jan 2016, 15:34 WIB
Wanita, 26 tahun.

Dok, saya ingin bertanya. Skrg kandungan saya memasuki 26 week, knapa pinggang kanan sampai kaki kanan saya sakit sekali ya? Perut juga sering skali keras kram. Ini kehamilan ketiga saya. Sewaktu kehamilan pertama dan kedua saya tidak mengalami hal seperti ini. Mohon jawabannya. Thanks

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Nyeri pinggang dan nyeri punggung pada wanita hamil berkaitan dengan peningkatan berat badan akibat pembesaran rahim.  Selain itu, peregangan dari jaringan yang menahan rahim (akibat rahim yang membesar) juga dapat menyebabkan nyeri ini.

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri pinggang dan nyeri punggung pada wanita hamil diantaranya :

  • Pakailah sepatu berhak rendah (tapi tidak datar)
  • Hindari mengangkat benda berat
  • Lakukan posisi berjongkok ketika mengambil barang yang terjatuh dibandingkan dengan posisi membungkuk
  • Jangan berdiri terlalu lama, bila harus berdiri dalam waktu lama maka letakkan salah satu kaki di atas kotak kecil di bawah
  • Duduk di kursi yang memiliki penahan punggung yang baik, atau tempatkan bantal kecil dibelakang punggung dan letakkan kaki diatas kotak kecil di bawah
  • Tidur pada sisi kiri atau kanan dengan menggunakan guling diantara kedua tungkai untuk penahan
  • Berikan sebotol air panas dan usapkan atau mandi dengan air panas atau dipijat
  • Lakukan olahraga untuk memperkuat otot punggung
  • Berdiri dalam posisi yang benar. Berdiri tegak akan meredakan peregangan punggung
  • Hubungi tenaga kesehatan apabila mengalami nyeri punggung bagian bawah yang menjalar ke perut dan tidak membaik dengan perubahan posisi atau istirahat selama 1 jam. Hal ini mungkin merupakan tanda-tanda bersalin dini

Sedangkan keluhan kram pada perut, anda perlu berhati bila hal tersebut merupakan gejala kontraksi rahim.

Kontraksi yang perlu diwaspadai adalah kontraksi asli dimana terdapat peningkatan ketegangan perut mulai dari batas atas perut (di daerah ulu hati atau perut bagian atas) yang menjalar ke bawah perut dan merata ke seluruh perut. Perut yang tegang ini akan terasa seperti mulas dan berlangsung lama dan terus-menerus. Apabila hanya perut kencang dan terasa keram saja maka hal tersebut bukanlah kontraksi.

Apabila terjadi keadaan perut yang kencang dan keras yang hilang timbul merupakan kontraksi "palsu". Kontraksi "palsu" ini disebut kontraksi Braxton-Hicks, wajar dialami ibu hamil pada trimester ketiga dan terkadang dapat ditemukan pada trimester kedua.

Otot rahim mengencang selama 30-60 detik, dapat mencapai 2 menit namun jarang. Kontraksi yang dirasakan tidak teratur, dengan intensitas yang tetap dapat menimbulkan ketidaknyamanan tetapi bukan nyeri.

Terdapat beberapa spekulasi mengenai akibat kontraksi Braxton-Hicks, diantaranya adalah menimbulkan kontraksi rahim dan meningkatkan aliran darah ke ari-ari. Kontraksi ini tidak menyebabkan pelebaran diameter leher rahim, tetapi dapat melunakkannya.

Terdapat beberapa hal yang dapat memicu timbulnya kontraksi Braxton-Hicks, antara lain adalah saat Aanda ataupun bayi Anda sedang aktif, bila seseorang menyentuh perut Anda, saat kandung kemih penuh, setelah hubungan seksual, dan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

Bila kontraksi timbul, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang ditimbulkan:

  1. Ubah posisi Anda.
  2. Berdiri atau berbaring bila kontraksi timbul saat Anda sedang duduk, ubah posisi tidur bila kontraksi timbul saat Anda sedang tidur.
  3. Mandi air hangat maksimal 20-30 menit untuk meredakan spasme.
  4. Minum beberapa gelas air, karena kontraksi dapat terjadi akibat dehidrasi
  5. Minum teh atau susu hangat.
  6. Coba lebih rileks misal dengan mendengarkan musik yang menenangkan.
  7. Istirahat cukup.
  8. Jaga kandung kemih agar tidak penuh.

Jika memang Anda mengalami kontraksi yang terjadi terus-menerus dan berlangsung lama maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter spesialis kandungan dan kebidanan.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar