Sukses

Ukuran Penis 10cm Saat Ereksi

22 Sep 2015, 23:00 WIB
Pria, 18 tahun.

Maaf dok , pertanyan sya agak terlewat batas , Tpi sya ad ketekutan dok , mr.P sya ereksi cma 10.2 cm di umur sya skrg 18 thun . Ap tu normal dok ? Tq

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi KlikDokter.

Ukuran penis normal pada beberapa etnis dapat berbeda-beda di tiap negara, tergantung dimana anda tinggal dan tumbuh. Secara umum, panjang penis yang normal adalah 7,6 - 10,2 cm (saat lemas/flacid) dan 12,7 - 17,8 cm (saat ereksi). Penis dianggap kecil (abnormal) jika panjangnya kurang dari 7,6 cm saat mengalami ereksi (mikropenis).

Berdasarkan data yang Anda berikan, ukuran penis tersebut belum tergolong pada mikropenis, namun berada dibawah ukuran rata-rata. Untuk memastikan kondisi ini akan lebih baik jika anda memeriksakan diri langsung kepada dokter urologi. Mungkin saja terdapat kesalahan dalam cara atau metode pengukuran yang Anda gunakan.

Pada mikropenis, hanya ukuran penis yang kecil namun secara genetalialnya normal, penis dan testisnya normal. Penelitian pada Asian Baby menyimpulan bahwa jika ukuran penis lahir  ( 0 – 3 hari ) kurang dari 2,6 cm maka anda harus waspada karena masuk pada mikropenis. Pertumbuhan penis relatif sangat sedikit hingga anak berumur ± 5 tahun. Tapi ketika mencapai awal pubertas panjang penis rat-rata 6 cm (dalam kondisi flexid). Setelah pubertas barulah 5 tahun kemudian penis ini masuk pada ukuran dewasa. 

Banyak faktor yang dapat menyebabkan besar/kecilnya ukuran penis seorang laki-laki, diantaranya adalah :

  1. Gangguan hormon pertumbuhan. Jika kadar kedua hormon ini rendah maka akan mengganggu pertumbuhan alat kelamin bagian luar termasuk penis.
  2. Faktor Ras
  3. Gangguan genetik. Jadi ada gen tertentu yang ikut menentukan besar kecilnya ukuran penis.
  4. Pengaruh lingkungan dalam hal ini nutrisi. Contoh : hal ini terjadi jika laki-laki pada masa anak-anak mereka banyak makan ayam yang disuntik hormon wanita untuk menggemukannya. Obesitas juga akan mengganggu metabolisme hormon testosteron, sebab jika terlalu gemuk hormon testosteron yang membantu pertumbuhan genetalia akan di aromatisasi (diubah) menjadi hormon estrogen. Jika anak anda gemuk maka coba arahkan untuk olahraga.
  5. Nutrisi
  6. dan sebagainya

Hingga saat ini, belum ditemukan terapi yang memuaskan untuk mengatasi mikropenis. Pemberian hormon testosteron hanya ditujukan untuk mengatasi mikropenis yang terjadi pada anak laki-laki sebelum mencapai pubertas. Pada laki-laki dewasa yang telah mengalami pubertas, pemberian hormon testosteron tidak terbukti efektif untuk mengatasi mikropenis.

Berikut kami sertakan beberapa artikel terkait untuk menambah pengetahuan Anda :

Does Size Matter?

Memperbesar Ukuran Penis: Amankah?

5 Tanda Kelainan Penis

5 Fakta tentang Penis

Studi Mengatakan, Rokok Dapat Memperpendek Penis

Ukuran Penis dan Kepuasan Pasangan

Mikropenis : Gangguan Hormon dan Gen

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam, 

    0 Komentar

    Belum ada komentar