Sukses

Bintik Merah Tidak Gatal Pada Dada , Nyeri Lutut, dan Masalah Berat Badan

21 Jan 2016, 19:18 WIB
Pria, 22 tahun.

Dok, saya mau tanya. Apakah jika didada saya ada bintik merah tidak gatal tapi itu bisa ilang dengN sendrinya dan lutut saya linu, tapi berat badan saya malah makin naik dok, apakah saya terkena hiv dok ?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Untuk itu akan kami bahas pertanyaan Anda satu persatu-satu.

Bintik-bintik merah pada kulit dapat terjadi karena biang keringat, alergi, kelainan pada faktor perdarahan atau dapat juga karena kelainan imunologi. Bila dikatakan alergi, penting untuk mengetahui pencetusnya. Apakah suhu, serangga, parasit seperti kutu debu, obat-obatan, produk yang mengandung bahan kimia, atau banyak lagi. Untuk itu sebaiknya Anda langsung mengunjungi dokter untuk mengetahui diagnosis keluhan Anda secara langsung dan melakukan pemeriksaan penunjang (laboratorium) yang diperlukan.

Keluhan kulit akan lebih mudah didiagnosis jika dilihat langsung. Kami sarankan, Anda mengunjungi dokter untuk pemeriksaan fisik langsung sehingga dapat memperoleh penanganan yang tepat dan optimal sesuai dengan penyebabnya. Sulit bagi kami untuk melakukan diagnosis tanpa melakukan pemeriksaan fisik langsung pada kelainan kulit.

Sedangkan keluhan linu pada lutut, dapat disebabkan oleh gangguan sendi, tulang, otot, atau penjalaran nyeri dari area tubuh lain. Tidak bisa hanya dari informasi gejala linu saja, anda perlu juga menjelaskan karakteristik nyeri, sejak kapan, sifat nyeri, faktor yang mempengaruhi, dan kondisi pencetus sebelum timbul linu.

Untuk keluhan berat badan, perlu diperhatikan beberapa hal, yaitu pola makan, pola istirahat dan pola olah raga Anda. Bagaimana dengan pola makan/istirahat/olah raga Anda selama ini? 

Menurunkan berat badan paling baik dilakukan dengan kombinasi diet sehat dan olahraga. Kedua hal itu tersebut tidak dapat dipisahkan. Anda harus tetap melakukan olahraga bersamaan dengan pengaturan makanan. Jika hanya diet saja dan tidak diimbangi dengan olahraga Anda akan cenderung merasa lemas. Anda dapat melakukan kombinasi olah raga dengan pola makan gizi seimbang. Olah raga yang dapat diterapkan adalah yang bersifat aerobik seperti lari, renang, bersepeda ataupun yang bersifat pembentukan seperti plank, push up, dan latihan beban. Jika Anda melakukannya secara teratur selama 30-60 menit, minimal 3x/minggu, ditunjang dengan pola makan seimbang, tentunya akan ada perubahan pada berat tubuh Anda. Intinya adalah kedisiplinan yang tinggi.

Hilangkan keinginan Anda untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat, karena penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Penurunan berat badan yang wajar adalah sekitar 0,5 kg/minggu atau 2-2,5 kg/bulan.

Untuk diet, yang harus Anda lakukan adalah mengurangi jumlah kalori dalam sehari. Tetap usahakan makan 3x sehari hanya saja porsinya yang diatur sesuai dengan kebutuhan kalori Anda. Setiap kali Anda makan ada unsur kabohidrat (roti gandum, kentang), hindari makanan gorengan, minuman dan makanan yang terlalu manis, garam, konsumsi banyak air putih, perbanyak lauk dengan ikan, perbanyak sayur dan buah, hindari makanan dari kaleng atau fast food(sosis, kentang goreng, nugget), hindari jajanan manis (bila lapar, dapat pilih snack berupa buah atau sayur yang manis). Cobalah agar makan pagi Anda selalu disertai oleh buah yang manis. Untuk malam hari hindari makanan yang terlalu besar porsinya. 

Menurunkan berat badan membutuhkan waktu, kesabaran, dan kedisiplinan. Namun jika Anda melakukannya dengan sepenuh hati dan tepat, maka akan membuahkan hasil seperti apa yang Anda impikan. Apabila susah melakukan diet sendiri, Anda dapat minta bantuan Dokter Spesialis Gizi untuk mengatur kebutuhan nutrisi Anda dan juga bantuan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga untuk membantu menentukan resep olahraga Anda.

Mengenai kekhawatian anda akan penyakit HIV, apakah anda memiliki faktor resiko penularan penyakit tsb?

Beberapa cara penularan HIV adalah melalui darah, melalui cairan mani/vagina, dan dari Ibu ke Anak. Bila tidak ada kontak dengan darah (misalnya pertemuan luka dengan luka) dan tidak ada pertukaran cairan vagina/mani maka resiko untuk tertularnya HIV tidak ada.

Pada kasus yang jarang, HIV ditularkan memalui penggunaan alat mandi atau alat makan secara bersama. Namun virus HIV tidak dapat hidup lama di luar tubuh. Bila anda curiga alat mandi anda terkontaminasi darah atau cairan tubuh penderita HIV dalam jumlah kecil, maka anda perlu melihat ada tidaknya gejala HIV awal yang anda alami. Jika ada, segeralah memeriksakan diri kepada dokter terdekat. Dokter kemudian akan mengarahkan pemeriksaaan apa saja yang perlu anda lakukan untuk melihat kemungkinan anda tertular HIV atau Tidak.

Kami sertakan artikel terkait berikut;

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar