Sukses

Lepas KB Suntik, Belum Hamil Lagi

20 Jan 2016, 21:04 WIB
Wanita, 19 tahun.

Salam kenal dok, saya ibu 1 anak. Ada yg sya mw tnyakan dok, saya ingin kembali hamil lgi, dan syapun sdh lepas kb suntik 3bulan udh dri bln januari brrti ini sdh jalan 7bulan, tpi smpe skrg spertinya blm ada tnda tnda yg saya takutkan dok ada sesuatu yg buruk dirahim, apa ada hubungannya dok, dan mens pun skrg sudah tdk kluar lgi sdh 1bulan. dan emg klo hamil itu harus slalu mual dan ingin muntah, apakah selama itu dok, klo blh tw kira kira brpa bln untuk mncapai ksuburan, mohon sarannya dok. Trimakasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kembalinya kesuburan yang ditandai dengan teraturnya siklus menstruasi setelah berhenti KB suntik memang memerlukan waktu yang bervariasi. Kesuburan tidak akan langsung kembali setelah penghentian KB suntik. Pada pemakaian KB suntik 3 bulan (KB suntikan progestin), siklus menstruasi yang teratur akan kembali terjadi dalam waktu 6 bulan-1 tahun setelah pemakaian suntikan KB dihentikan. Pengembalian kesuburan untuk kehamilan 5-7 bulan setelah penghentian suntikan.

Selama dalam waktu pengembalian kesuburan maka siklus menstruasi dapat mengalami ketidakteraturan yang disebabkan karena proses pengembalian keseimbangan hormonal beberapa waktu. Maka, yang saat ini dapat Anda lakukan adalah menunggu serta mempersiapkan diri untuk kehamilan. 

Yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar