Sukses

Keluar Darah Segar Setelah Berhubungan Intim

25 Nov 2015, 21:41 WIB
Wanita, 26 tahun.

dok say mau tanya. awalnya saya dulu pakai kb pil slm 7th lebih, haid saya teratur sesuai pil, tp karena saya takut n kalau pakai pil saya dlm berhub kurang greget, saya ganti spiral. sdh kurang lbh 4 bln saya pakai spiral, haid saya banyak sekali bisa 4-5 x ganti pembalut. dan bulan kmrin haid saya terlambat, biasanya tgl 25. bln kmrn saya ke bidan, lalu dcek spiral saya, tdk ada tanda2 haid. lalu saya diberi pil 1 buah, minumnya 1/2 x 1 hari. harganya 40 rb, saya tdk tau apa namanya. tp sy tdk lgsung haid, msh 1-2 hari baru haid, nah bln ini saya blm haid, sudah 2 mlm ini saya berhub jk dilap keluar darah. tp pas pagi hari smpai malam, di pantyliner saya tdk ada darahnya. darah yang saya lap pun berbau segar n wrnanya merah segar, apakah saya hrs periksa kedoter dok? darah itu, darah luka, haid atau darah lainnya? apakah jk berhub suka keluar darah bs menimbulkan kanker serviks atau penyakit berbahaya dok?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelumnya perlu kami tanyakan, Apakah keluhan keluar darah setelah berhubungan baru kali ini Anda alami? apakah setiap kali Anda berhubungan maka akan keluar bercak darah tersebut? Apakah darah hanya keluar saat setelah berhubungan atau terus menerus hingga beberapa hari? Apakah ada keluhan lain yang dirasakan?

Bila keluhan darah  keluar setelah berhubungan kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding. Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Postcoital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual  belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet. 

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :

  1. Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  2. Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  3. Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  4. Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  5. Kanker leher rahim
  6. Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  7. Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Mengingat usia Anda terbilang muda, kemungkinan diagnosis vaginitis atropi dapat disingkirkan. Kanker leher rahim pun kecil kemungkinannya. Kemungkinan-kemungkinan ini masih harus disingkirkan satu persatu untuk mencari penyebab utama perdarahan pasca hubungan ini. Saran Kami adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebab dan kondisi tubuh Anda.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar