Sukses

Menstruasi 2 Kali Dalam Sebulan

05 Aug 2015, 23:42 WIB
Wanita, 18 tahun.

Assalamu'alaikum dok. Saya mahasiswi sem 3 berusia 18th Dan saya belum menikah dan tidak melakukan sex aktif. Begini dok, saya sudah tidak mengalami menstruasi selama 2 bulan. (Juni-juli) Lalu untuk bulan april dan mei hanya keluar flek selama 1-2 hari. Dan pada maret saya mengalami menstruasi 2 kali dalam sebulan. Saya ingin tanya dok.. apakah kemungkinan saya.mengalami anomerea? apakah kemungkinan di sebabkan karena berat badan saya? IMB saya 28 dok.. kemudian akhir akhir ini saya banyak sekali kegiatan d kampus dan tugas kuliah. tapi menurut saya meski lelah dan jenuj hal ini tidak terlalu membuat saya tertekan.. Kira kira perlu tidak ya dok saya melakukan pemeriksaan? Dan kalau perlu apakah saya langsung datang ke dr. Kandungan atau cukup dokter umum saja? Terima kasih dok Wassalamu'alaikum wr.wb

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kami menduga Anda saat ini mengalami polimenorea. Polimenorea adalah suatu gangguan pada siklus menstruasi wanita, dimana siklus menstruasi kurang dari 21 hari. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya gangguan pada keseimbangan hormonal atau penyakit polikistik ovarium. 

Penyebab timbulnya menstruasi yang lebih sering ini tentunya akan menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang mengalaminya. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sistem hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. Ketidak seimbangan hormon tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi (pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus menstruasi normal sehingga didapatkan menstruasi yang lebih sering. Gangguan keseimbangan hormon dapat terjadi pada :

  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
  • Beberapa tahun menjelang menopause
  • Gangguan indung telur
  • Stress dan depresi 
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Penurunan berat badan berlebihan
  • Obesitas
  • Olahraga berlebihan, misal atlit
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti  antikoagulan, aspirin, NSAID, dll
  • dan sebagainya

Pada umumnya, polimenorea bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya. Penderita polimenorea harus segera dibawa ke dokter jika polimenorea berlangsung terus menerus. Polimenorea yang berlangsung terus menerus dapat menimbulkan gangguan hemodinamik tubuh akibat darah yang keluar terus menerus. Disamping itu, polimenorea dapat juga akan menimbulkan keluhan berupa gangguan kesuburan karena gangguan hormonal pada polimenorea mengakibatkan gangguan ovulasi (proses pelepasan sel telur). Wanita dengan gangguan ovulasi seringkali mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan. 

Tujuan terapi pada penderita polimenorea adalah mengontrol perdarahan, mencegah perdarahan berulang, mencegah komplikasi, mengembalikan kekurangan zat besi dalam tubuh, dan menjaga kesuburan. Untuk polimenorea yang berlangsung dalam jangka waktu lama, terapi yang diberikan tergantung dari status ovulasi pasien, usia, risiko kesehatan, dan pilihan kontrasepsi. Kontrasepsi oral kombinasi dapat digunakan untuk terapinya. Pasien yang menerima terapi hormonal sebaiknya dievaluasi 3 bulan setelah terapi diberikan, dan kemudian 6 bulan untuk reevaluasi efek yang terjadi.

Kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Dokter akan melakukan wawancara menyeluruh dan pemeriksaan lengkap untuk mengetahui penyebab dari keluhan Anda.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar