Sukses

Puasa Saat Hamil 5 Bulan

04 Jan 2016, 18:29 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dok, saya seorang wanita yang sedang hamil 5 bln dan tengah berpuasa. Beberapa hari terakhir, perut kanan bawah saya sering nyeri. Terkadang sampai saya tidak sanggup untuk berdiri. Apakah ada pengaruh ke janin yang sedang aktif dengan puasa yang saya jalani?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Ibadah berpuasa tetap dapat dijalankan oleh ibu hamil selama usia kehamilan trimester kedua (14-28 minggu) karena tubuh ibu hamil sudah beradaptasi dengan perubahan yang ada sehingga keluhan yang dirasakan pun sudah tidak terlalu mengganggu. Namun terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. berat badan ibu harus tetapi baik sekitar 0,5 kg setiap minggunga. Ibu harus menghentikan puasa apabila berat badan Ibu terus mengalami penurunan
  2. Ibu tidak boleh merasa lemas sekali, di mana kadar gula darah kemungkinan menjadi sangat rendah. Pada keadaan ini ibu harus segera menghentikan puasanya
  3. gerakan janin harus tetap sering dan tidak mengalami perubahan. Apabila terdapat penurunan gerak janin atau dirasa tidak seaktif biasanya meski sudah dirangsang (berbaring miring dan mengelus perut), maka disarankan untuk segera berbuka dan konsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan ibu.
  4. asupan makanan yang cukup saat sahur dan berbuka, bila perlu ditambahkan saat tengah malam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin dan ibu
  5. suplemen dapat diberikan apabila diperlukan setelah berkonsultasi dengan dokter ibu.

Adapun beberapa tips yang dapat diterapkan adalah:

  • saat sahur, pilihlah makanan yang lama dicerna seperti karbohidrat kompleks dan sayuran agar tidak terlalu lapar. Hindari makanan kaleng, yang mengandunga pengawet, tinggi kadar garam, dan tinggi kadar gula
  • saat sahur dan berbuka, hindarilah konsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi karena cepat dicerna tubuh sehingga menyebabkan cepatnya timbul rasa lapar
  • berpuasa akan melambatkan jalannya sistem pencernaan sehingga dianjurkan untuk berbuka secara perlahan. Minumlah minuman yang manis atau jus buah terlebih dahulu, diikuti dengan makanan ringan. Adapun komposisi makanan yang dikonsumsi harus tetap seimbang baik kandungan karbohidrat, protein, vitamin, lemak, vitamin, dan mineralnya untuk pertumbuhan janin. Lengkapilah asupan ibu dengan susu dan buah.
  • hindari konsumsi minuman berkafein (teh, kopi, kola, cokelat) terlalu banyak karena sifatnya yang menarik cairan (diuretik) sehingga menyebabkan peningkatan frekuensi berkemin saat puasa yang dapat menyebabkan kondisi kekurangan cairan (dehidrasi). Selain itu, kafein juga dapat menyebabkan sakit kepala akibat efek adiksi yang ditimbulkan
  • hindari berkeringat terlalu banyak yang juga dapat berujung pada dehidrasi
  • tingkatkan asupan cairan ibu sejak berbuka hingga sahur, baik air mineral maupun jus untuk menjaga kadar cairan tubuh (1,5-2 liter/hari)
  • hindari aktivitas fisis berlebihan di siang hari dan perbanyak istirahat

Mengenai keluhan nyeri perut yang Anda alami perlu dilakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya dan memastikan apakah hal tersebut merupakan tanda bahaya dalam kehamilan atau tidak. Untuk itu, lakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) dengan rutin, dan bila terdapat gangguan yang sangat mengganggu, segera periksakan kepada dokter kandungan tanpa harus menunggu waktu ANC yang dianjurkan.

Apabila kondisi kehamilan Anda baik, janin sehat serta Anda merasa cukup sehat dan mampu memenuhi kebutuhan gizi Ibu dan janin dengan baik saat berpuasa, maka Anda tetap dapat menjalankan ibadah puasa setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda.  Konsultasi ini penting untuk dilakukan karena keputusan boleh/tidaknya Anda berpuasa bergantung pada hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan oleh dokter Anda .

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar