Sukses

Mengatasi Kolesterol Tinggi dan Stroke Ringan

20 Jul 2015, 07:38 WIB
Pria, 24 tahun.

saya mau tanya dok...ibu saya umur 40 tahun, beliau sekarang sering mengeluh pusing,tangan dan kakinya sering kesemutan dan 3 hari yang lalu tangan dan kaki bagian kanan tidak bisa di gerakkan dan periksa di puskesmas terdekat di vonis kolesterol tinggi dan stroke ringan dan sekarang masih terasa lemas, yang saya tanyakan bagaimana mengobati kolesterol yang tinggi dan stroke pada ibu saya!!!? apakah ada obat herbal atau obat untuk mengatasi hal tersebut? terimakasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Stroke merupakan penyakit sistem saraf pusat akibat adanya gangguan pada aliran darah otak, dapat oleh sumbatan  atau pecahnya pembukluh darah otak. Kolestrol yang tinggi dalam sarah merupakan salah satu faktor resiko timbulnya penyakit stroke, terutama stroke akibat sumbatan pada pembuluh darah otak.

Untuk mengtasi stroke, terlebih dahulu harus dikenali faktor resiko daan mengtasinya. Dalam hal ini pada kasus ibu anda, adalah mengatasi kolesterol yang tinggi.

Kolesterol tinggi banyak diderita oleh orang dengan pola makan berlemak, gaya hidup tidak sehat dan kesibukan bekerja.  Penyebab kolesterol tinggi sebenarnya adalah pola makan berlebihan, dalam hal ini terutama yang mengandung lemak jenuh seperti daging, susu, keju, mentega, dan kuning telur. Kolesterol tinggi dapat diturunkan secara genetik, disebut familial hypercholesterolemia. Selain itu, semakin tua usia seseorang maka kolesterol LDL (kolesterol jahat) berkecenderungan meningkat terutama pada wanita menopause.

Menurunkan kadar LDL dan kolesterol total dapat dilakukan dengan metode sederhana:
  1. Mengubah pola makan dengan mengurangi makanan tinggi lemak jenuh

  2. Menurunkan berat badan karena overweight dapat menyebabkan peningkatan LDL, berkurangnya HDL, dan peningkatan kadar kolesterol total

  3. Berolahraga

  4. Hentikan merokok

(LDL-kolesterol jahat / HDL-kolesterol baik)

Perubahan pola hidup ini juga dapat menurunkan risiko diabetes dan tekanan darah tinggi. Kontrol kolesterolteratur sebaiknya dilakukan. Pada usia > 20 tahun, kadar kolesterol sebaiknya diukur setidaknya sekali dalam 5 tahun yang mencakup kadar total kolesterol, LDL, HDL, dan trigliserida. Kadar optimal lipoprotein:

  • Kolesterol total < 200 mg/dl

  • LDL < 160 mg/dl

  • HDL ≥ 60 mg/dl

  • Trigliserida < 200 mg/dl.

Makanan rendah kolesterol diantaranya:

  • Ikan, unggas (ayam, bebek) tanpa kulit, dan potongan daging yang tidak mengandung lemak. Makanan dimasak dengan cara dibakar, dipanggang, atau direbus lebih baik dari pada digoreng

  • Hindari makanan jadi seperti sosis, bacon, salami. Batasi jenis makanan jerohan seperti hati, ginjal, otak

  • Gunakan susu, keju, yogurt rendah lemak. Gunakan margarin yang rendah lemak dibandingkan mentega. Batasi kuning telur, putih telur dapat dimakan bebas

  • Makan sayuran dan buah potong (jangan dijus) serta bahan makanan yang terbuat dari gandum sepertioatmeal, roti gandum

  • Makanan seperti bawang mentah, salmon, almond, minyak zaitun, alpokat dianjurkan

  • Banyak makan makanan yang mengandung vitamin C (pepaya, anggur, jeruk, brokoli) dan vitamin E (gandum, almond, kacang tanah)

Olahraga yang sebaiknya dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol adalah :

  • Olahraga minimal 30 menit sehari, setiap hari

  • Olahraga ringan atau sedang asalkan dilakukan secara rutin dapat berpengaruh baik terhadap kadarkolesterol

  • Olahraga yang dianjurkan seperti joging, berenang, berjalan cepat, dan bersepeda

  • Jangan lupa untuk kontrol kondisi tubuh ke dokter sebelum memulai olahraga

Obat untuk menurunkan kadar kolesterol diperlukan apabila perubahan gaya hidup tidak menunjukkan adanya perubahan. Akan tetapi pemakaian obat untuk menurunkan kolesterol seiring dilakukan dengan perubahan gaya hidup dan di bawah pengawasan dokter.  Tujuan utama terapi kolesterol ini adalah menurunkan kadar LDL sehingga menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

 

Jenis obat untuk menurunkan kadar kolesterol diantaranya golongan statin, niasin, dan fibrat. Pemberian obat harus berdasarkan pertimbangan dokter karena setiap obat memiliki efektifitas dan efek samping masing-masing yang harus disesuaikan dengan kondisi setiap individu. Untuk pemakaian obat, konsultasikan dengan dokter agar ibu Anda mendapatkan pengobatan dalam jenis dan dosis yang tepat serta terpantau.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar