Sukses

Pengguna pil KB; Tidak Haid dan keputihan

30 Nov 2015, 18:06 WIB
Wanita, 26 tahun.

Selamat sore Dok,, saya wanita berusia 26 tahun,selama 10 bulan terakir saya mengkonsumsi pil KB. Saya menstruasi biasanya di akir bulan setiap bulannya, namun di bulan Juni saya tdk mendapatkan menstruasi hingga sekarang tanggal 9 juli..di bulan juli sy minum pil kb hingga habis dan belum pernah terlewat,,namu smpe skrg blm mens sampai seminggu terakir ini sy mengalami keputihan yang wujudnya kental menggumpal seperti keju dan berbau amis berwarna putih seperti susu. saya hawatir ada masalah dan apakah ada hubungannya dengan gejala kanker? terimakasih..

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Namun kondisi ini belum mengarah kepada penyakit Kanker.

Umumnya pada pengguna pil KB kombinasi siklus haid akan menjadi teratur. Namun, bila Tidak haid (amenore) Bisa saja merupakan efek samping penggunaan, namun jarang terjadi. Selain itu, tidak terjadinya haid bisa juga merupakan tanda dari kehamilan.

Apakah anda sudah menikah? apakah Anda telah melakukan hubungan intim?

Kami anjurkan anda melakukan tes kehamilan (jika memang sudah berhubungan intim). Anda dapat melakukan tes sendiri (menggunakan testpack) atau dapat juga segera datang ke instalasi medis terdekat untuk dapat dilakukan pemeriksaan tersebut.

Sedangkan keluhan Keluarnya keputihan yang anda sebutkan, kami duga keputihan tersebut merupakan keputihan yang abnormal. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap keputihan tersebut, agar dapat dipastikan penyebabnya, sehingga terapi yang diberikan dapat disesuaikan dengan penyebabnya. Anda dapat terlebih dahulu berdisuksi dengan dokter terdekat mengenai pemerikaan ini, dan sebaiknya Anda memeriksakan diri di instalasi medis yang menyediakan fasilitas pemeriksaan IMS. Bisa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Kami tidak menganjurkan Anda untuk mencoba mengobati diri sendiri (misalnya menggunakan terapi herbal yang belum dapat dipastikan manfaatnya, atau membeli obat tanpa pemeriksaan dan pengawasan dokter). Yang ditakutkan terjadinya kesalahan dalam penggunaan obat, sehingga dapat memperburuk kondisi penyakit.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar