Sukses

Perut Tidak Nyaman, Begah, Dan Nyeri Ulu Hati

27 Nov 2015, 20:45 WIB
Pria, 29 tahun.

Siang dok.. saya sering merasa perut tidak nyaman, begah, dan ulu hati berat.. Bab saya lancar.. kadang nafas agak sesak, kepala kadang pusing dan jantung kadang berdebar cepat dan ada rasa ngilu di punggung kiri dan cenut2 di dada kiri.. kaki dan tangan sering mengalami kesemutan.. gejala apa kira2 dok? sebagai info saya dulu perokok aktif kurang lebih 10 tahun

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Perlu diketahui bahwa begitu banyak penyebab yang dapat menimbulkan keluhan rasa tidak nyaman di daerah ulu hati. Pada umumnya keluhan ini berkaitan dengan organ lambung, namun keluhan pada ulu hati juga bisa disebabkan oleh gangguan pada organ lain seperti jantung, usus, hati dan saluran bilier. Seorang dengan keluhan lambung akan mengeluh perasaan nyeri ulu hati setelah makan, adanya panas pada ulu hati dan perut kembung. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda merasakan karakteristik gejala seperti yang disebutkan tersebut?

Berikut adalah saran yang dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari apabila benar Anda memiliki gangguan pada lambung:

  1. Hindari rokok dan asap rokok
  2. Hindari stress
  3. Olahraga selama 30 menit dengan frekuensi minimal 3 kali seminggu
  4. Tidur cukup dengan durasi minimal 8 jam per hari
  5. Makan sedikit tapi sering. Frekuensi makan dapat ditingkatkan hingga 6 kali sehari, dengan pembagian 3 kali makan besar, 3 kali makan kecil (snack)
  6. Jangan konsumsi apapun dalam durasi 4 jam sebelum tidur
  7. Jangan berbaring setelah makan
  8. Hindari alkohol, kopi, cokelat, tomat, bawang, makanan berlemak, atau pedas
  9. Jangan kenakan pakaian ketat, terutama yang menekan bagian perut
  10. Hindari konsumsi obat-obatan golongan nitrat, antikolinergik, antidepresantrisiklik dan NSAID tanpa petunjuk Dokter.

Selain rasa tidak nyaman di ulu hati, peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung seperti rasa terbakar atau tertindih di dada, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD
  • Berhenti merokok
  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 3-4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.
  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak, asam atau pedas.
  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.
  • Meninggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.
  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti:
    • nitrat
    • anti-kolinergik
    • antidepresan tricyclic
    • NSAID (Ibuprofen, asam mefenamat, dsb)
    • kalium garam dan bosphosphonates seperti alendronate

Terapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti Antasid, Alginates (alternatif untuk Antasid), PPIs (omeprazole, lansoprazole) dan pada kasus yang berat dapat memerlukan tindakan operasi. 

Namun karena kurangnya data dan keterbatasan kami untuk melakukan pemeriksaan fisik, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk memastikan penyebab timbulnya keluhan Anda serta mendapat penanganan yang optimal. Karena untuk menegakkan suatu diagnosa diperlukan pemeriksaan langsung yang menyeluruh dari wawancara medis yang mendetail, pemeriksaan fisik lansung dan juga pemeriksaan penunjang yang mungkin diperlukan.

Berikut beberapa artikel yang berkaitan dengan keluhan Anda:

Demikian informasi yang daoat kami sampaikan, semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar