Sukses

Mengatasi Infeksi Jamur Candida
01 Jan 2016, 20:15 WIB
Pria, 32 tahun.

Dok bagaimana mengobati jamur candida yang tumbuh di kemaluan. berapa lama untuk mengobati hal tersebut. Terima Kasih.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kandidiasis merupakan istilah yang dipakai untuk infeksi jamur dari spesies Candida (Candida sp.), dengan jenis yang paling sering ditemukan adalah Candida albicans. Jamur ini dapat ditemukan dalam keadaan normal dalam jumlah kecil pada mulut, vagina, saluran pencernaan, dan kulit.

Dalam keadaan sehat, terdapat kuman lain dan sistem pertahanan tubuh yang menjaga berbagai kuman normal tubuh manusia. Bagaimanapun, pada keadaan dimana daya tahan tubuh menurun Candida akan semakin mudah berkembang dan menyebabkan infeksi pada organ tempat jamur tersebut berkembang secara normal. Faktor-faktor yang memengaruhi antara lain adalah diabetes, kehamilan, kekurangan zat besi, asam folat dan vitamin B12, kemoterapi, stres, serta penggunaan steroid jangka panjang.

Berdasarkan lokasi infeksinya, keluhan yang dapat ditimbulkan adalah:

  • Vagina : gatal, rasa terbakar, pembengkakan, keputihan
  • Mulut    : rasa tidak nyaman, terbakar, perubahan rasa pengecapan, terbentuk lesi putih pada dinding mulut
  • Saluran pencernaan: mual, nyeri menelan, diare, terbentuk lesi putih pada dinding saluran pencernaan
  • Kulit      : gatal, timbul lesi kulit khas

Jamur sangat menyukai tempat lembab sehingga Anda sebaiknya selalu menjaga kebersihan dan kelembaban tubuh Anda. Hindari menggunakan pakaian ketat dan selalu mengganti pakaian bila berkeringat. Gunakan pakaian dari bahan yang dapat menyerap keringat. Pengobatan jamur memang membutuhkan kesabaran, setelah diberikan obat anti jamur, penyembuhan baru dapat dilihat paling cepat dalam 3-4 minggu, dan pengobatan harus tetap dilakukan sampai tuntas. Untuk mendapatkan pengobatan tersebut, kami anjurkan anda terlebih dahulu berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar