Sukses

Gangguan Belajar Pada Anak

24 Nov 2015, 21:39 WIB
Wanita, 4 tahun.

Bapak/Ibu Dokter, Belakangan ini saya banyak berbincang dengan orangtua lain yang anaknya mengalami masalah belajar saat duduk di bangku SD akibat gangguan motorik halus. Ada anak yang tidak betah menulis krn ternyata setelah dites psikotes ketahuan bahwa saat balita dulu tidak mengalami fase merangkak. Keponakan saya yang juga tidak mengalami fase merangkak punya masalah belajar juga. Anak saya dulu mengalami fase perkembangan yang tidak sesuai, duduk baru 8 bulan, merambat 11 bulan, gigi pertama tumbuh 11 bulan, merangkak 12 bulan, jalan 14 bulan, tapi sejak 3 bulan sudah mulai berbicara. Apakah saya perlu mewaspadai masalah gangguan belajar ini Pak? Rata2 orangtua tadi dibantu oleh psikolog dengan melakukan psikotes dan konsultasi. Mohon penjelasannya dok.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Gangguan belajar merupakan suatu gangguan yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mendapatkan, meraih dan menggunakan kemampuan akademis seperti membaca dan berhitung. Gangguan belajar bukanlah suatu cacat atau gangguan mental dan tidak merefleksikan patokan kecerdasan seorang anak.

Berikut adalah jenis-jenis gangguan belajar yang umum ditemui:

  1. Disleksia
    Disleksia merupakan suatu gangguan belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, mengeja dan mengulang kata-kata.

  2. Diskalkulia
    Diskalkulia merupakan suatu gangguan belajar yang berkaitan dengan konsep matematika ditandai dengan ketidakmampuan menangani masalah matematika sederhana atau mengumpulkan informasi atau suatu kejadian.

  3. Penyimpangan belajar non-verbal
    Gangguan belajar ini ditandai dengan kesulitan menangkap signal non-verbal seperti koordinasi dan bahasa tubuh.

Penyebab Gangguan belajar, yaitu;

  1. Genetik
    Faktor gen yang sudah terdapat di DNA penyandang gangguan belajar, dimana didapat dari generasi sebelumnya.

  2. Kondisi medis
    Gangguan pertumbuhan saat di dalam kandungan (pertumbuhan janin terhambat), paparan terhadap alkohol atau obat-obatan sewaktu di dalam kandungan, berat badan lahir rendah dan trauma pada kepala merupakan faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan gangguan belajar

  3. Paparan lingkungan
    Paparan terhadap kadar timbal yang tinggi diketahui meningkatkan risiko gangguan belajar

  4. Kekurangan Nutrisi
    Terdapat usia emas pada pertumbuhan anak di usia dininya. Jika pada masa usia emas ini kebutuhan anak tidak terpenuhi dengan baik, maka besar kemungkinan kemampuan otaknya akan ikut terbatas.

Perhatikan tanda dan gejala berikut pada anak Anda:

  1. Anak Anda mengalami keterlambatan dalam tahapan perkembangan
  2. Kesulitan memahami dan mengikuti suatu petunjuk
  3. Sulit mengingat apa yang baru saja seseorang katakan kepadanya
  4. Kurang koordinasi saat berjalan, berolahraga atau kemampuan motorik, misalnya saat memegang alat tulis
  5. Sering kehilangan dan lupa menaruh pekerjaan rumah, buku-buku pelajaran dan barang lainnya
  6. Menolak mengerjakan PR atau aktivitas yang melibatkan membaca, menulis atau berhitung
  7. Menghindari, tidak mau mematuhi atau menunjukkan reaksi emosional berlebih di sekolah atau saat melakukan aktivitas akademis seperti mengerjakan PR atau membaca

Jika Anda menemui hal diatas pada anak, Intervensi dini sangatlah penting bagi anak yang memiliki gangguan belajar. Pertama-tama anak Anda akan dievaluasi oleh dokter apakah gangguan belajar tersebut berkaitan dengan kondisi medis tertentu seperti: gangguan penglihatan, pendengaran atau kondisi medis lainnya. Kemudian psikolog atau psikiater akan mengevaluasi riwayat anak di sekolah berkaitan dengan gangguan tersebut.

Terapi yang dapat diberikan:

  1. Bantuan ekstra
    Melalui tutor atau guru untuk mengajarkan anak meningkatkan kemampuan akademis

  2. Terapi
    Misalnya terapi bicara untuk membantu anak yang mengalami kesulitan bicara atau terapi okupasi untuk meningkatkan kemampuan motorik anak yang memiliki problem dalam menulis

  3. Medikasi
    Pendekatan ini dilakukan dengan konsultasi pihak yang berkompetensi medis. Dalam hal ini adalah dokter.

  4. Penuhi Kebutuhan Nutrisi
    Cukupi angka kebutuhan gizi anak dengan pola makan yang seimbang. Jika Anda memutuskan untuk memberikan multivitamin kepada sang buah hati, maka cermati dengan baik terlebih dahulu apakah dari pola makan kesehariannya kebutuhan nutrisinya sudah mencukupi apa belum. Jika belum, disarankan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memberikannya.

Namun demikian, hal yang paling hakiki adalah faktor kesiapan orangtua. Akan membutuhkan banyak kesabaran dan energi untuk membimbing anak yang cerdas. Proses belajar mengajar tidak melulu dikenalkan dengan cara pemaksaan, pendekatan permainan bisa juga menambah suasana menjadi menyenangkan bagi anak maupun orangtua.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar