Sukses

Bengkak-bengkak Merah Pada Tubuh Anak

24 Nov 2015, 21:42 WIB
Wanita, 4 tahun.

Bapak/Ibu Dokter, Anak perempuan saya (3.5 th) sepertinya mengalami alergi, namun belum tahu penyebabnya apa. Walau tidak terlalu sering, dia mengalami bengkak-bengkak merah di tangan-kaki-leher-badan dan bibir. Klo sudah begini dia merasa badannya agak panas, namun tidak demam dan bengkak, tetapi gatal. Hal ini tadinya saya kira terjadi karena perubahan dari suhu panas ke dingin, tp belakangan ini jadi tidak begitu yakin. DSA kami hanya memberikan obat minum (tidak pernah diminum) dan oles (caladine lotion), tp tidak menyarankan tes alergi. Dan memang biasanya bentolnya hilang dalam 1-2 hari. Sejak MPASI, saya sudah berusaha mengetes makanan apa saja yang bereaksi pada anak saya, tp terbukti udang, ikan, cumi, kacang dan susu sapi tidak menyebabkan alergi, justru ini menjadi makanan favoritnya. Saya tidak menggunakan pewangi utk pakaian dan meminimalkan penggunaan produk berpewangi utk sekeluarga. Saya jadi bingung, dapatkah kami mengetahui penyebab alergi ini sehingga bisa menghindarinya? FYI, saya menderita asma sedangkan suami juga mengalami dermatitis di kaki yang tidak kunjung hilang, jadi kami memang punya bakat alergi. Mohon pencerahannya dok.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. kami menduga yang Anak anda alami adalah Biduran atau istilah medisnya adalah urtikaria.

Urtikaria adalah bentuk reaksi vaskuler pada kulit yang ditandai oleh edema dan eritema berbatas tegas (urtika) disertai rasa gatal yang bervariasi seperti, tersengat, rasa terbakar, seperti tertusuk-tusuk.

Diduga penyebab urtikaria bermacam-macam, diantaranya:

  • Obat. Contohnya adalah antibiotik golongan penisilin, aspirin, obat-obatan hormonal, vaksinasi, pil kontrasepsi, dll.

  • Makanan. Contohnya adalah susu, keju, telur, gandum, ikan, ayam, dll. Zat pewarna, penyedap rasa atau bahan pengawet juga dapat menimbulkan urtikaria.

  • Lingkungan. Terpapar dengan debu rumah, jamur, perubahan temperatur, serbuk sari bunga, dll.

  • Stress. Pada urtikaria yang berulang, faktor emosional perlu diperhatikan. Stress emosional dapat secara langsung dan tidak langsung menyebabkan seseorang meningkat kemungkinan terjadi urtikaria.

  • Penyakit sistemik. Beberapa penyakit dan keganasan dapat menimbulkan urtikaria. Beberapa penyakit sistemik yang sering disertai urtikaria antara lain limfoma, hipertiroid, Lupus Eritematosus Sistemik, dll.

  • Gigitan serangga. Gigitan serangga dapat menimbulkan urtikaria setempat. Nyamuk, lebah dan serangga lainnya menimbulkan urtikaria bentuk papul di sekitar tempat gigitan, 
    biasanya sembuh sendiri

Pengobatan yang paling ideal tentu saja mengobati penyebab atau bila mungkin menghindari penyebab yang dicurigai. Bila tidak mungkin paling tidak mencoba mengurangi penyebab tersebut, sedikit-dikitnya tidak menggunakan dan tidak berkontak dengan penyebabnya. Gejala dapat diobati dengan efektif. Beberapa obat yang dapat dipergunakan antara lain adalah antihistamin oral. Obat ini dapat mengontrol gejala bagi sebagian besar orang, namun tidak menghilangkan penyebabnya. Bedak juga dapat anak Anda gunakan untuk mengurangi gatal yang ada.

Untuk mengetahui secara pasti bahan-bahan penyebab alergi pada anak Anda, perlu dilakukan tes alergi yang disebut juga skin prick test atau patch test. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar