Sukses

Nyeri Setelah Berhubungan Seks Ketika Hamil

03 Jul 2015, 10:46 WIB
Wanita, 34 tahun.

Dok, saya sedang hamil anak ke3 masuk 16 minggu. Perut saya nyeri setelah berhubungan intim. Dibawah perut saya nyeri dan sampai kepinggang . bagaimana solusinya dok,agar sakitnya berangsur angsur hilang

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com. 

Apa yang Anda alami kemungkinan adalah kontraksi rahim. Jika kondisi kehamilan Anda sehat, sebenarnya tidak masalah untuk melakukan hubungan seksual (dengan ejakulasi di dalam) saat hamil pada usia kehamilan berapapun. Asalkan tidak ada keluhan saat kehamilan seperti flek perdarahan, cairan ketuban merembes, rahim kontraksi terus menerus, dan riwayat keguguran berulang maka hubungan seksual dalam kehamilan diperbolehkan.

Sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi memang mampu menimbulkan terjadinya kontraksi rahim, selain itu aktivitas yang dilakukan saat berhubungan badan juga berisiko menimbulkan terjadinya perdarahan pasca senggama. Namun, jika kondisi kehamilan Anda sehat, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Janin sebenarnya tidak akan terpengaruh karena dilindungi oleh plasenta, dan kontraksi rahim yang timbul saat orgasme tidak cukup kuat untuk mencetuskan persalinan.

Posisi yang dianjurkan adalah posisi wanita di atas terutama pada kehamilan di trimester ketiga. Pada usia kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) dimana kepala janin sudah memasuki rongga panggul, tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual karena dikhawatirkan dapat menyebabkan perdarahan atau persalinan dini. Apabila terjadi keluhan-keluhan seperti yang disebutkan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda.

Perut yang terasa kencang dan nyeri terjadi karena adanya kontraksi pada rahim. Ada 2 jenis kontraksi yang dapat terjadi pada masa kehamilan, false labour yang disebut dengan kontraksi Braxton Hicks dan true labour  yang terasa ketika mendekati persalinan. 

Bagaimana membedakan keduanya? Tentunya dengan mengenali karakteristik dari tiap jenis kontraksi. Pada Braxton Hicks, kontraksi terasa hilang timbul, jarak antara dua kontraksi tidak menjadi semakin dekat, tidak meningkat bila berjalan, tidak memanjang, dan tidak semakin menguat . Kontraksi ini umumnya mulai terasa saat trimester ke-2 ( minggu 13 s/d 25 kehamilan) dan semakin sering pada trimester ke-3 (minggu ke-26 s/d 40 kehamilan). Kontraksi ini seringkali membuat ibu hamil merasa bahwa persalinan segera dimulai. Namun, sesuai namanya false labour, kontraksi ini bukanlah kontraksi yang dirasa saat mendekati persalinan.   

Sedangkan pada true labour, kontraksi terjadi dalam interval yang teratur, berlangsung hingga 30-70 detik, dan jarak antar dua kontraksi semakin dekat. Kontraksi juga terus berlangsung tidak berhenti meskipun merubah posisi, semakin menguat, dan awalnya terasa pada bagian punggung kemudian menjalar ke arah perut.

Lalu, bagaimana cara mengurangi rasa tidak nyaman pada Braxton Hicks? Beberapa wanita merasa lebih nyaman dengan mandi air hangat dan selalu menjaga hidrasi tubuh dengan minum cukup air. 

Bila Anda merasa cemas dan merasakan gejala lain selain yang kami sebutkan, sebaiknya berkonsultasilah langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara detail dan diketahui penyebab berikut solusinya.

Ibu dapat membaca lebih lanjut mengenai informasi kehamilan dari minggu ke minggu beserta tipsnya di Kalender Kehamilan kami yaitu : https://www.klikdokter.com/widget_pregnancy_info.php

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan. Semoga bermanfaat

Salam

    0 Komentar

    Belum ada komentar