Sukses

Mata Silau Melihat Cahaya

29 Jun 2015, 15:36 WIB
Pria, 28 tahun.

Dok kalau mata melihat silau matahari Atau cahaya terang kepala Saya terasa pusing. Pandangan JD goyang Dan silau. Itu kenapa ya Dok?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokteri di Klikdokter.com 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan saat ini. Keluhan Anda adalah mata silau saat melihat matahari dan sakit kepala. 

Berdasarkan cerita Anda kemungkinan Anda mengalami migrain namun perlu dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung untuk memastikannya.

Penyebab migrain sampai saat ini belum diketahui secara pasti, sebagian besar meyakini berhubungan dengan faktor lingkungan dan genetik. 60% penderita migrain akan merasakan sakit kepala sebelah dan berdenyut. Disamping sakit kepala, biasanya penderita migrain juga dapat mengalami gangguan penglihatan (seperti sakit saat melihat cahaya), adanya scintillating scotoma (sebuah area peralihan parsial dalam lapang pandang yang berkelip-kelip/bergerak-gerak seperti yang Anda rasakan saat ini atau gangguan fungsi sensoris lainnya (seperti baal atau kesemutan pada kakii). Apabila gejala tersebut ada beberapa saat muncui sebelum mengalami sakit kepala, yang dikenal dengan istilah aura. Namun, tidak semua penderita migrain mengalami aura sebelum sakit kepala muncul, hanya sekitar 35% migrain yang disertai dengan aura. Migrain yang disertai munculnya aura dinamakan migrain klasik.

Penderita migrain biasanya akan mengalami sakit kepala selama 4-72 jam. Sakit kepala ini dapat mengganggu aktifitas sehari-hari, dan dapat hilang timbul. Timbulnya migrain dapat terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti stres, kebisingan, kelelahan, PMS (sindrom pra-menstruasi), lapar atau makanan tertentu. Coba untuk memperhatikan makanan Anda. Beberapa makanan yang diidentifikasi menjadi pencetus migraine adalah :

  1. Makanan yang banyak mengandung Thyramine (keju,red wine)
  2. Makanan yang mengandung Monosodium Glutamate (MSG) seperti makanan China dan Meksiko
  3. Makanan yang mengandung Nitrat (bologna, salami, smoked meat)
  4. Makanan yang difermentasi
  5. Alkohol (red wine)
  6. Caffeinated (softdrink, teh, kopi)

Kami menyarankan Anda untuk berobat ke dokter spesialis saraf untuk memastikan diagnosis Anda. Bila diperlukan, akan dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI kepala. Bila diagnosis sudah pasti, maka dapat ditentukan apakah berbahaya atau tidak.

Berikut kami sertakan beberapa artikel yang sekiranya dapat bermanfaat bagi Anda:

6 Tanda Sakit Kepala Sudah Berbahaya

Migraine Sering Kambuh, Bagaimana Solusinya?

Hubungan Migraine dengan Tidur

5 Cara Alami Melawan Migraine

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar