Sukses

Alergi Susu Sapi pada Anak

03 Jul 2015, 09:24 WIB
Wanita, 28 tahun.

dok anak saya blm ada pemeriksaan pasti alergi susu sapi tapi dia sering ngegrok2 gitu kayak banyak lendir ditenggorokannya,biasanya minum susu soya,kmrn umur 1thn 10 bln smpet dirawat dgn diare lama 10 hari sehari lebih dri30 kali bab,berhenti jg dgn diganti susu non laktosa,kmrn smpet diganti kesoya lagi masih mencret skrg masih pake susu nonlaktosa,tapi ngegrok udah coba dikasih susu pepti junior tapi anaknya ga mau gmn ya solusinya,skrg mur anak 2thun brt badan 10 kg.gmn crnya naikin brtbdnnya?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan saat ini. Alergi susu sapi adalah reaksi alergi yang melibatkan antibodi IgE terhadap satu atau lebih fraksi protein yang terdapat dalam susu. Alergi susu sapi sering dikacaukan dengan intoleransi laktosa oleh karena gejalanya yang serupa. Bagaimanapun, intoleransi laktosa dan alergi susu sapi tidak berhubungan. Alergi susu sapi merupakan reaksi alergi yang dipicu oleh sistem imun, sedangkan intoleransi laktosa adalah masalah yang disebabkan oleh sistem pencernaan. Alergi susu sapi adalah reaksi alergi sejati yang dapat dideteksi dengan tes darah dan/atau prosedur sederhana yang disebut uji cukit kulit.

Manifestasi klinis alergi protein susu sapi pada anak paling banyak terlihat pada saluran pencernaan, yaitu sebesar 50-60 persen. Sisanya terlihat di kulit dan saluran nafas. Gejalanya mulai dari ringan sampai berat hingga mengancam jiwa, seperti udem laring (tersumbatnya saluran napas) dan syok anafilaksis yang berakibat tidak sadar atau maut. Manifestasi pada saluran pencernaan biasanya dalam bentuk muntah dan diare berkepanjangan. Gejala pada kulit berupa bercak-bercak kemerahan yang gatal. Sementara gejala pada saluran napas bisa didapatkan asma, batuk, dan bersin.

Apabila anak Anda benar menderita alergi susu sapi, sebaiknya anak Anda menghindari segala makanan yang berbahan dasar susu sapi seperti keju, biskuit susu, dsb. Sebagai alternatif, susu kedelai, susu beras, dan susu nabati lain dapat menggantikan susu sapi, namun perlu diketahui bahwa 20% anak yang alergi susu sapi juga memiliki alergi terhadap susu kedelai. Untuk beberapa kondisi medis tertentu, di mana penggunaan formula dianjurkan oleh tenaga kesehatan mengingat anak membutuhkan nutrisi dalam susu sapi untuk tumbuh kembangnya, penggunaan formula partially hydrolyzed and extensive hydrolyzed lebih disarankan, dibandingkan dengan penggunaan susu kedelai (soy) dalam penanganan alergi susu sapi. Formula partially hydrolyzed  (formula terhidrolisasi sebagian) umumnya digunakan untuk mencegah timbulnya gejala alergi pada anak yang memiliki resiko alergi karena factor keturunan, sedangkan formula extensive hydrolyzed (formula terhidrolisasi seluruhnya) umumnya diberikan kepada anak yang telah menunjukkan gejala alergi (manifestasi alergi). Perilaku mengganti susu dengan jenis yang benar menjadi suatu masalah. Kesalahan memutuskan pemilihan susu pada anak berdampak panjang di masa depan. Susu PHP merupakan jenis yang partially hydolyzed dan dapat dijadikan pilihan untuk 

Menu MPASI

Berikut adalah beberapa anjuran nutrisi yang dapat Anda terapkan:

  • Mikronutrisi

Pertumbuhan anak pada dua tahun pertama kehidupan terjadi sangat cepat, maka nutrisi yang dibutuhkan pun sangat tinggi. ASI dapat menjadi sumber nutrisi penting untuk berbagai protein dan vitamin, namun ASI mengandung mineral yang rendah. Makanan yang dianjurkan untuk diberikan sebagai MPASI termasuk daging merah, ikan, daging unggas, dan telur. Produk susu seperti keju juga dapat diberikan karena mengandung sumber kalsium. Disarankan juga untuk memberikan sayur dan buah yang tinggi akan kandungan vitamin A, seperti brokoli, kentang, wortel, pisang, serta apel.

  • Lemak

Lemak merupakan sumber makanan yang penting untuk anak, karena menyediakan kebutuhan asam lemak esensial yang membantu penyerapan vitamin larut lemak serta dapat menambah energi. ASI merupakan sumber lemak yang tinggi, begitu juga minyak zaitun atau kacang-kacangan.

  • Minuman Bernutrisi Rendah

Teh dan kopi dapat mempengaruhi penyerapan zat besi yang sangat dibutuhkan oleh anak, sehingga sangat tidak dianjurkan untuk diberikan. Begitu pula dengan minuman yang memiliki kandungan gula tinggi seperti soda. Perlu diperhatikan juga untuk tidak memberikan jus dalam porsi terlalu banyak, karena akan mempengaruhi nafsu makan anak.

Kami sarankan Anda untuk berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis anak yang menangani anak Anda, agar dapat dilakukan pemeriksaan dan diketahui kondisi terakhir anak Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar