Sukses

Benjolan Di Bibir Vagina

29 Jun 2015, 10:08 WIB
Wanita, 16 tahun.

Dok Ada benjolan disebelah bibir vagina, say No to sex

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Dari gejala yang Anda sebutkan, kemungkinan menyisakan beberapa kelainan yaitu bisul (folikulitis) dan bartholinitis. Bartholinitis adalah infeksi atau peradangan pada kelenjar bartholin.

Bisul merupakan salah satu infeksi akibat bakteri (yang paling sering adalah jenis streptococcus dan staphylococcus). Umumnya bisul atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan furunkel dicetuskan oleh kondisi kulit yang kurang terjaga kebersihannya, lembab, atau terdapat gangguan kekebalan tubuh.

Obat untuk mengobati bisul, sesuai dengan penyebabnya, adalah antibiotik, bisa berupa topikal (dioleskan) ataupun oral (tergantung jenis furunkel). Namun sesudah diberikan antibiotik, guna mencegah bisul tersebut kambuh kembali, disarankan untuk menjaga kebersihan daerah tersebut. Pemberian dexamethason tidak tepat dalam kasus ini karena tidak dapat membunuh kuman penyebab.

Kelenjar bartholin adalah 2 kelenjar yang berlokasi di kanan dan kiri pada bibir vagina yang berfungsi untuk memproduksi lendir untuk membasahi/melumasi vagina. Kelenjar bartholin dapat terinfeksi dan jika kelenjar bartholin tersumbat maka akan menyebabkan pembentukan kista yang berisi cairan. Kista ini dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau sumbatan lokal karena lendir vagina. Apabila disebabkan karena infeksi, kista tersebut berubah menjadi abses.

Kista bartholin umum terjadi pada wanita usia 20-29 tahun terutama mereka yang belum pernah hamil atau baru hamil sekali. Kista tersebut tidak berbahaya namun dapat menyebabkan nyeri dan membuat jalan menjadi lebih sulit karena dapat terus membesar hingga ukurannya menjadi sebesar telur.

Penanganannya bergantung dari ukuran kista, ada tidaknya infeksi, nyeri atau tidaknya. Kista kecil dapat direndam di air hangat beberapa kali dalam sehari selama 3-4 hari untuk mengurangi nyeri dan agar kista dapat pecah dengan sendirinya. Atau dokter dapat memasang selang kecil / kateter untuk mengeluarkan cairan dari kista.

Untuk itu, kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemeriksaan fisik mendetil dan penanganan yang optimal. Jika benar Anda bartholinitis maka penanganannya dapat menggunakan antibiotik sesuai dengan resep dokter. Jika tidak segera ditangani maka kista bartholin dapat terinfeksi seperti yang telah kami jelaskan di atas sebelumnya.

Demikian penjelasan dari kami. Semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar