Sukses

Menderita Hepatitis B

28 Jun 2015, 18:04 WIB
Pria, 32 tahun.

menderita hrpatitis b

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami rasa khawatir yang Anda rasakan. Hepatitis (radang pada hati) B  adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Hepatitis B merupakan penyakit hepatitis yang paling sering terjadi yang jarang diketahui orang awam, padahal virus ini lebih infeksius 100 kali daripada HIV.  Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

  • Kontak langsung darah dengan darah
  • Hubungan seksual yang tidak aman
  • Penggunaan jarum suntik tidak steril
  • Tertusuk jarum suntik yang terinfeksi
  • Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing
  • Pada saat kehamilan – penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan
  • Penggunaan pisau cukur bersama
  • Tranfusi darah

5-10% dewasa yang terinfeksi hepatitis B akan 'membawa' atau menyimpan virus tersebut selama hidupnya, yang kemudian disebut hepatitis B carriers.

Hepatitis B memiliki 4 fase untuk menjadi Hepatitis B kronik yaitu:

  • Fase toleransi imunitas (immune tolerance phase)
  • Fase pembersihan imunitas (immune clearance phase)
  • Fase kontrol imunitas (immune control phase)
  • Fase penurunan imunitas (immune escape phase)

Selama fase satu dan tiga, umumnya pasien tidak memiliki keluhan dan disebut dengan 'inactive carriers'. Bagaimanapun juga, orang tersebut umumnya tidak dapat bertahan selamanya di dalam fase ini, mereka akan berpindah fase dan selalu memiliki risiko untuk terjadinya kerusakan hati progresif dan pembentukan sirosis hati (pengecilan hati).

Pasien pada fase 1 dan 3 umumnya tidak diberikan terapi karena berdasarkan penelitian, pemberian antivirus tidak ada bedanya dengan plasebo. Pasien dengan fase 2 dan 4 akan diberikan terapi antivirus. Yang diperlukan pada pasien carrier tanpa gejala adalah follow-up atau kunjungan ke dokter secara reguler untuk memastikan fase yang terjadi dan perlu tidaknya terapi.

Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Menjaga kesehatan carriers
  • Mengunjungi dokter teratur (minimal 1x/tahun). Diskusikan mengenai tes darah    dan pemeriksaan USG berkala dan penggunaan obat interferon alfa-2b.
    Diskusikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang dijual bebas, bahkan obat herbal, karena beberapa dapat merusak hati.
  • Tidak mengonsumsi alkohol karena dapat merusak hati
  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang (suntik), karena memiliki risiko terkena hepatitis yang lain.
  • Vaksinasi hepatitis A.
  • Menjaga diri carriers dari menginfeksi orang lain
  • Orang-orang yang berisiko terinfeksi hepatitis B adalah mereka yang  memiliki kontak dekat (dengan darah, semen, atau cairan tubuh lain) dengan carriers. Sebagai contoh: pasangan seksual, orang yang tinggal serumah, anak  yang lahir dari carriers. Beritahu mereka mengenai kondisi carriers, bahwa  tidak masalah untuk berbagi makanan bersama.
  • Carrier yang sedang hamil agar memberitahu dokter mengenai kondisinya, agar bayinya diberi suntikan yang menjaganya dari hepatitis B (12 jam pertama kelahiran).
  • Menggunakan kondom lateks setiap berhubungan seksual
  • Tidak pernah membagi jarum suntik, tindikan, dsb.
  • Tidak mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, jaringan atau sperma
  • Untuk mereka yang memiliki kontak dekat dengan carriers.
  • Memeriksakan diri ke dokter untuk tes hepatitis B
  • Vaksinasi hepatitis B
  • Tidak berbagi rokok, sikat gigi, gunting, pisau cukur, dsb
  • Tutup semua luka dengan bandage
  • Cuci tangan, terutama setelah menyentuh darah
  • Bersihkan cipratan darah dengan campuran pemutih dan air (1,5 cangkir pemutih dalam satu galon air) untuk mematikan virus hepatits B.

Masa inkubasi  VHB sebelum timbulnya gejala klinis kurang lebih antara 6 minggu sampai 6 bulan, namun hampir sepertiga kasus dari penderita tidak menimbulkan gejala sama sekali. Sisanya infeksi VHB dapat menimbulkan gejala-gejala seperti penyakit flu, disertai dengan badan lemas dan nyeri, sakit kepala, demam, nafsu makan berkurang, diare, ikterik (kuning), mual dan muntah.  Gejala dapat memberat dan bertahan berbulan-bulan ditambah dengan nyeri pada perut, diare, dan ikterik.

Ikterik timbul pada penyakit hepatitis karena hati tidak dapat mengeluarkan bilirubin dalam darah. Sehingga dapat merubah warna kulit dan putih pada mata menjadi kuning.

Sebagian besar orang dengan hepatitis B tidak memerlukan pengobatan yang khusus selain beristirahat dan mereka akan sembuh secara utuh. Apabila infeksi VHB bertahan lebih dari 6 bulan (infeksi hepatitis kronik), dapat diberikan obat antivirus yang disebut interveron alfa. Pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya sirosis hati dan kanker hati.

Terdapat vaksin hepatitis B yang efektif untuk melindungi orang dari infeksi VHB. Keluarga dan anggota rumah lainnya dari penderita hepatitis B harus di vaksin terhadap hepatitis B. Berikut adalah orang-orang yang perlu vaksinasi;

  • Keluarga dan anggota rumah lainnya dari penderita
  • Orang yang dalam pekerjaan terekspos dengan cairan tubuh (c/: pekerja kesehatan)
  • Orang yang berpergian ke negara yang endemis
  • Bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi
  • Pengguna obat-obatan
  • Orang yang melakukan hubungan seksual tidak aman
  • Napi

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar