Sukses

Beda kanker Serviks dengan kanker Rahim?

16 Oct 2015, 08:32 WIB
Pria, 42 tahun.

Bapak dan Ibu Dokter Yth., apakah bedanya kanker Serviks dengan kanker Rahim? Apakah HPV yang menjadi pemicu munculnya kedua kanker tersebut? Atau hanya kanker Serviks saja yang dipicu oleh HPV? Terimakasih...

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Sebenarnya, yang dimaksud kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV adalah kanker leher rahim. Hanya saja yang beredar dalam masyarakat awam sering juga menyebutnya dengan kanker rahim.

Setiap perempuan berisiko terkena kanker leher rahim dan di Indonesia hampir setiap jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker serviks. Hal ini terjadi karena kesadaran yang kurang pada para wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Pasalnya, pada tahap awal, kanker leher rahim tidak menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali. Pada tahap awal ini, pemeriksaan pada daerah serviks menjadi sangat penting untuk mendeteksi adanya perubahan yang terjadi pada daerah serviks.

HPV (Human Papilloma Virus) merupakan suatu jenis virus  DNA dari famili papillomavirus yang dapat menyerang manusia. HPV terutama menginfeksi kulit dan jaringan mukosa, termasuk genital/alat kelamin, mulut dan tenggorokan. Terdapat lebih dari 100 jenis HPV. HPV-16 atau HPV-18 adalah jenis virus HPV yang memiliki risiko tinggi dan paling banyak ditemukan sebagai penyebab kanker serviks. Sedangkan HPV-6, HPV-11, dan beberapa jenis HPV lainnya memiliki risiko rendah dan biasanya menimbulkan tumor jinak.

Gejala dan keluhan akan muncul ketika kanker serviks telah berada pada stadium yang lebih lanjut. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai tersebut antara lain:

  1. Keputihan kronik yang berbau dan bercampur darah. 
  2. Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi.
  3. Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya.
  4. Perdarahan yang terjadi setelah masa menopause.
  5. Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.
  6. Perdarahan yang terjadi setelah pemeriksaan panggul atau pembersihan vagina (douching).
  7. Nyeri di daerah panggul.
  8. Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  9. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Dalam menghadapi kanker serviks, hal yang terbaik adalah jangan menunggu hingga gejala-gejala di atas muncul. Lakukan pemeriksaan pada daerah serviks secara rutin jika Anda sudah aktif secara seksual. Hal ini dapat mencegah kematian karena kanker serviks.

Penanganan kanker serviks dengan cara operasi, terapi radiasi dan kemoterapi. Namun operasi dan terapi radiasi adalah 2 modalitas utama di dalam penanganan kanker leher rahim invasif. Pada umumnya, operasi terbatas pada pasien dengan stadium I dan IIA, sementara radiasi dapat dilakukan pada semua stadium dari penyakit. Kemoterapi merupakan penanganan pada pasien dengan stadium IVB atau mereka dengan kanker yang rekuren (sering kambuh) yang tidak dapat dilakukan terapi radiasi maupun operasi. Masing-masing stadium memiliki pilihan terapi utama yang dilakukan dan dibutuhkan pemeriksaan fisik secara lengkap sebelum memutuskan terapi yang tepat untuk menangani kanker serviks stadium lanjut.

Pemeriksaan papsmear hendaknya dilakukan ulangan 1 tahun sekali bagi wanita yang aktif secara seksual. Untuk itu, mari dukung anggota keluarga wanita yang telah aktif secara seksual untuk melakukan pemeriksaan pendeteksi kanker leher serviks agar dapat mencegah penyakit ini secara dini.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar