Sukses

Vagina Kering Saat Hamil

25 Jun 2015, 10:40 WIB
Wanita, 27 tahun.

selamat pagi dok, mau tanya. Saat ini saya sedang hamil 20 minggu. apakah ada pengaruhnya antara kehamilah dengan jumlah cairan yang dihasilkan saat akan berhubungan intim? pasalnya sejak hamil saya kadang merasa sakit saat penetrasi karena cairan yang dihasilkan berjumlah sedikit. padahal durasi foreplay yang kami lakukan sudah lumayan. Terimakasih sebelumnya.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Hampir semua wanita akan mengalami suatu fase dimana vagina terasa kering sehingga menimbulkan ketidaknyamanan (nyeri) dalam berhubungan seksual dan memicu terjadinya disfungsi seksual.

Vagina yang kering dapat terjadi akibat penurunan kadar hormon estrogen dalam tubuh. Hal ini merupakan penyebab utama terjadinya kekeringan pada vagina. Ketika kadar hormon estrogen ini menurun, dinding vagina akan menjadi tipis, kurang elastis, menjadi lebih kering dan rapuh. Penurunan kadar estrogen dapat terjadi akibat :

  • Menopause atau menjelang masa menopause

  • Perubahan siklus menstruasi

  • Kehamilan

  • Setelah proses persalinan

  • Sedang dalam masa menyusui

  • Efek samping terapi terhadap ovarium (kandung telur), seperti terapi radiasi (penyinaran), terapi hormonal, atau kemoterapi

  • Operasi pengangkatan ovarium

  • Kelainan sistem imun

  • Merokok

  • Penggunaan beberapa jenis obat kontrasepsi hormonal

  • Penggunaan obat-obatan untuk mengatasi endometriosis

  • Penggunaan obat-obatan untuk mengatasi infertilitas (kemandulan)

  • Stres, terlalu lelah

  • Olah raga berlebihan

 

Dikarenakan saat ini Anda sedang hamil maka keluhan Anda bisa saja berkaitan dengan hal tersebut. 

Untuk mengatasi vagina yang terasa kering, Anda dapat mencoba beberapa cara antara lain :

  • Meningkatkan asupan air dalam tubuh

  • Hindari penggunaan produk-produk yang meningkatkan kekeringan atau iritasi pada vagina yang sensitif seperti penggunaan sabun, detergen, obat pencuci vagina dan produk-produk lain dengan pewangi dan pewarna.

  • Melakukan senam kegel dapat membantu untuk meningkatkan sirkulasi ke daerah panggul untuk menjaga jaringan di daerah panggul tetap sehat.

  • Gunakanlah lubrikan/pelumas vagina yang tepat, yaitu menggunakan bahan dasar air dan bersifat larut air, dengan tingkat keasaman yang sedikit asam (disesuaikan dengan keasaman/pH vagina) agar sesuai dengan kondisi cairan tubuh yang normal. Dengan cairan pelumas yang memiliki pH yang sedikit asam dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Hindari penggunaan pelumas dengan bahan dasar minyak, minyak jeli, atau minyak yang dapat dimakan karena jenis-jenis pelumas tersebut dapat menempel pada dinding vagina sehingga dapat menjadi tempat yang nyaman bagi tumbuh dan berkembangnya bakteri. Vagina yang terinfeksi atau teriritasi oleh penggunaan lubrikan juga dapat menimbulkan keluhan vagina yang terasa kering.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

0 Komentar

Belum ada komentar