Sukses

Mengobati Gusi Bengkak

25 Jul 2015, 11:46 WIB
Wanita, 18 tahun.

Gigi copot lalu gusi bengkak apa bahaya? Cara mengobati?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Penyebab paling umum dari pembengkakan gusi adalah adanya bakteri pada plak yang menginfeksi jaringan gingiva, dan biasanya dihubungkan dengan kebersihan mulut yang buruk. Biasanya selain membengkak, gusi juga berwarna merah terang mengkilap, mudah berdarah misalnya saat menyikat gigi, dan sering kali bersamaan dengan akumulasi kalkulus (karang gigi) di sekitar leher gigi yaitu permukaan gigi yang berbatasan dengan gusi. Umumnya pembengkakan gusi akan hilang setelah dilakukan pembersihan plak dan karang gigi, atau  bila penyakit gusi sudah cukup lanjut maka perlu dilakukan kuretase gingiva.

Faktor hormonal juga dapat menyebabkan pembengkakan gusi, namun hal ini lebih sering terjadi pada wanita.  Penggunaan obat tertentu (diantaranya obat anti hipertensi, obat epilepsi)  secara rutin dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan pembesaran gusi, namun akan berkurang bila penggunaan obat dihentikan. Kelainan genetik juga dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan gusi, bahkan ada juga dikatakan di literatur bahwa pembengkakan gusi terjadi dengan penyebab yang tidak diketahui (idiopatik). Kalau penyebabnya adalah tumor maka untuk menyembuhkannya memang harus dioperasi.

Penyakit sistemik yang diderita pasien ada juga yang bermanifestasi di dalam rongga mulut sebagai pembesaran gusi, salah satunya adalah leukimia. Gusi membesar karena pertumbuhan jaringan gusi yang berlebihan. Namun bila penyebabnya adalah leukimia biasanya ada gejala sistemik yang menyertai, di antaranya sering merasa lelah, sering muntah, dan berat badan menurun. Pembesaran gusi yang terjadi karena kelainan darah seperti leukimia atau anemia biasanya terlihat meradang, lunak saat disentuh, dan cenderung mudah berdarah.

Anda dapat menyocokkan kondisi yang Anda alami dengan hal-hal yang Kami kemukakan di atas, dan jika pembengkakan terus berulang meski telah dilakukan operasi atau perawatan dan tidak kunjung sembuh ada baiknya Anda berkonsultasi secara langsung dengan dokter gigi spesialis penyakit mulut. Ada kemungkinan diperlukan pemeriksaan darah untuk menunjang diagnosa, terutama bila setelah pemeriksaan dan anamnesa dicurigai adanya penyakit sistemik yang mungkin selama ini belum terdeteksi.

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan, semoga dapat membantu Anda.

 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar