Sukses

Mengenai Maag dan Antibiotik

19 Jun 2015, 12:21 WIB
Wanita, 33 tahun.

Bolehkah semua penderita maag diberi antibiotik?

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Maag merupakan gangguan lambung yang berupa peningkatan asam lambung. Peningkatan asam lambung ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti pola makan yang tidak teratur, jenis makanan tertentu yang memicu peningkatan asam lambung, faktor psikis seperti stress emosional, merokok, hingga akibat infeksi oleh bakteri H.pylori dalam lambung.

Antibiotik adalah obat yang diperuntukkan untuk membunuh bakteri. Terdapat banyak golongan antibiotik, yang memiliki kemampuan mengatasi infeksi dari jenis bakteri yang berbeda-beda dengan spektrum kerja yang juga berbeda. Oleh karenanya, penggunaan antibiotik yang terkait dengan gejala maag hanya diberikan jika memang terbukti terdapat infeksi bakteri pada kasus tersebut. Seandainya tidak terdapat infeksi bakteri dan gangguan lambung yang terjadi dipicu oleh pola makan tidak teratur, maka tata laksananya adalah dengan perbaikan kebiasaan makan dan frekuensi nya agar selalu tepat waktu dan tidak diperlukan antibiotik. 

Pemberian antibiotik tanpa indikasi yang jelas dapat menimbulkan efek samping yang tidak perlu dan dapat memicu resistensi atau kekebalan tubuh terhadap suatu bakteri jika suatu saat bakteri itu menginfeksi tubuh Anda. Karena sudah kebal, akibatnya tubuh akan membutuhkan jenis antibiotik yang lebih kuat untuk mengatasi infeksi bakteri tersebut, dan efek samping terhadap tubuh juga dapat lebih berat. 

Sebagai informasi tambahan, dalam penggunaan antibiotik, antibiotik harus dikonsumsi sesuai dengan cara pakai. Minimal antibiotik diminum selama 3 hari atau lebih sesuai dengan jenis penyakit yang diderita. Dosis akan tergantung dari jenis antibiotik. Antibiotik harus dihabiskan (sembuh ataupun tidak sembuh) karena apabila dihentikan sendiri dalam artian tidak sesuai dengan cara pakai maka dapat menimbulkan resistensi atau kuman menjadi kebal terhadap antibiotik tersebut.

Oleh karena itu pada prinsipnya, antibiotik tidak boleh dikonsumsi bebas, dan hanya boleh digunakan atas pengawasan dokter. 

Berikut kami sertakan artikel untuk melengkapi informasi Anda:

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar