Sukses

Bau Mulut (Halitosis)

17 Jun 2015, 08:41 WIB
Pria, 45 tahun.

Bagaimana menghilangkan bau mulut baik sementara atau permanen?

dr. Mega Putri

Dijawab Oleh:

dr. Mega Putri

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Halitosis adalah istilah yang digunakan untuk bau mulut, dan keadaan ini banyak dialami oleh banyak orang serta menggangu dalam aktivitas sehari-hari terutama saat sedang bersosialisasi. Halitosis dapat disebabkan oleh banyak hal, yaitu :

  1. Kebersihan mulut yang buruk, sehingga jumlah bakteri sangat banyak dalam mulut dan di permukaan lidah. Tanpa pembersihan mulut yang baik, sisa makanan akan tertinggal dalam mulut dan menjadi lingkungan yang cocok untuk bakteri berkembang biak yang akan menyebabkan bau pada mulut. Selain itu, sisa makanan yang menempel pada gigi, gusi, dan lidah akan menyebabkan gingivitis (radang gusi) dan gigi berlubang, sehingga akan meningkatkan bau mulut dan rasa yang tidak enak di dalam mulut.
  1. Pembersihan gigi tiruan yang kurang baik .
  2. Penyakit gusi atau jaringan periodontal (jaringan penyangga gigi).
  3. Penyakit sistemik. Bau mulut dapat merupakan salah satu gejala dari penyakit tertentu, misalnya infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, diabetes, atau kelainan pada hati.
  4. Xerostomia (mulut kering).
  5. Pemakaian beberapa obat-obatan tertentu dapat menyebabkan mulut menjadi kering, terutama obat-obatan untuk mengatasi depresi dan tekanan darah tinggi. Xerostomia juga dapat disebabkan oleh kelainan pada kelenjar ludah sehingga produksi ludah menurun. Selain itu, kebiasaan bernapas lewat mulut juga dapat menyebabkan mulut cenderung menjadi lebih kering.
  6. Merokok.

Perawatan

  1. Sikat gigi dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  2. Lakukan flossing sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa makanan yang tersangkut di antara celah gigi-geligi.
  3. Pembersihan permukaan lidah secara teratur. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan sikat gigi yang lembut atau kassa.
  4. Pemakaian obat kumur anti bakteri untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dalam mulut, misalnya obat kumur yang mengandung chlorhexidine. Lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi Anda dalam penggunaan obat kumur tersebut.
  5. Scaling (pembersihan karang gigi).
  6. Perbaikan dan penambalan gigi-gigi yang berlubang.
  7. Berhenti merokok
  8. Pada kasus-kasus xerostomia (air liur berkurang atau sedikit) tertentu, dokter gigi mungkin akan memberikan saliva buatan. Perbanyak minum air putih dan konsumsi sayuran serta buah-buahan.
  9. Lakukan kunjungan secara teratur ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk kontrol rutin dan pembersihan.
  10. Lakukan konsultasi dengan dokter bila halitosis berkaitan dengan penyakit sistemik.

Bila kondisi rongga mulut dan gigi Anda sehat serta bersih tapi masih terjadi halitosis maka perlu diwaspadai penyebab bau mulut lainnya dan segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Demikian informasi yang dapat Kami berikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar