Sukses

Infeksi Saluran Kemih

17 Jun 2015, 08:53 WIB
Pria, 30 tahun.

Infeksi saluran kencing

dr. Mega Putri

Dijawab Oleh:

dr. Mega Putri

 

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Infeksi Saluran Kemih (ISK) memiliki gejala utama anyang-anyangan, selain itu, gejala lainnya adalah nyeri berkemih, rasa panas ketika berkemih, air seni keruh, dan  nyeri perut bawah. Demam hanya terjadi bila infeksi mencapai saluran kemih bagian atas. Infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri Eschericia coli (penyebab utama), Staphylococcus Saphropyticus, Klebsiella atau Pseudomonas. Apakah Anda sudah melakukan pemeriksaan kultur urin? 

ISK lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria, dikarenakan anatomi uretra pada wanita yang lebih pendek sehingga memudahkan bakteri masuk ke saluran kemih. Beberapa faktor risiko yang memudahkan seorang wanita dewasa terkena ISK adalah pemakaian diafragma (alat kontrasepsi yang ditanamkan di vagina dan terbuat dari karet tipis berbentuk kubah yang kenyal dan fleksibel), hubungan seksual menggunakan kondom dengan spermisida, lokasi mulut uretra yang dekat dengan vagina serta anus (banyak bakteri), dan uretra wanita yang pendek. 

Terapi pertama kali untuk ISK adalah banyak minum air putih (2-3 L/hari) guna membilas bakteri yang terdapat di saluran kemih. Apabila dengan minum banyak masih juga mengalami gejala, maka berkonsultasilah ke dokter karena kemungkinan membutuhkan antibiotik. Tidak perlu takut untuk berkonsultasi dengan dokter. Semua informasi yang dibagi dengan dokter sifatnya rahasia, hanya dokter dan pasien yang tahu. 

Keluhan Anda sering BAK juga bisa disebabkan gangguan lain seperti gangguan pada persarafan kandung kemih, atau terdapat gangguan Overaktive Bladder (OAB).  OAB ditandai dengan berkemih minimal 3x dalam semalam dan jumlah berkemih mencapai minimal 8x/hari, urinary urgency (keinginan untuk segera berkemih), dan urinary incontinence (tidak dapat menahan berkemih). OAB sendiri memang lebih sering terjadi pada wanita. Faktor risikonya adalah sering melahirkan dan berat badan berlebih.

Sayang sekali karena keterbatasan kami dalam melakukan pemeriksaan fisik secara langsung, sehingga kami tidak dapat mendiagnosa secara pasti penyebab keluhan Anda. Perlu diketahui dalam mendiagnosa suatu penyakit dibutuhkan data wawancara medis secara detail, pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan pemeriksaan penunjang (bila diperlukan). Oleh karena itu kami sarankan Anda melakukan konsultasi kembali dengan dokter agar mendapatkan diagnosis yang tepat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (MP)

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar