Sukses

Vaginismus

15 Jun 2015, 11:11 WIB
Wanita, 32 tahun.

Dok, saya sudah 4 tahun mengidap vaginimus.. Bagaimana cara atasinya dok?

dr. Mega Putri

Dijawab Oleh:

dr. Mega Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Suatu kondisi yang menyebabkan ketidakmampuan vagina seorang wanita untuk menerima berbagai bentuk penetrasi, baik berupa penetrasi (masuknya) penis saat berhubungan seksual, masuknya tampon ataupun masuknya alat-alat pemeriksaan ginekologi (seperti USG transvaginal) ke dalam vagina dikenal sebagai vaginismus. Vaginismus dapat terjadi karena adanya ketegangan pada otot sepertiga bagian bawah vagina. Menegangnya otot tersebut terjadi tanpa disadari oleh wanita tersebut.

Terdapat 2 jenis vaginsismus, yaitu:

1. Vaginismus primer : yaitu vaginismus yang terjadi sejak awal wanita tersebut melakukan hubungan seksual. Wanita dengan vaginismus primer tidak pernah mengalami hubungan seksual tanpa rasa sakit. Biasanya terjadi pada remaja atau wanita yang berhubungan seksual di awal usia 20 tahunan.  Beberapa faktor yang berperan dalam menyebabkan vaginismus primer, yaitu :

  • infeksi saluran kemih atau infeksi vagina oleh jamur
  • Riwayat mengalami sexual abuse, diperkosa, dll
  • Riwayat mengalami kekerasan rumah tangga
  • Adanya pemikiran bahwa berhubungan seksual merupakan hal yang salah dan vulgar.
  • Adanya rasa takut sakit saat melakukan hubungan seksual.
  • Adanya riwayat trauma fisik
  • Adanya rasa cemas berlebihan
  • idiopatik (tidak diketahui penyebabnya)

2. Vaginismus sekunder : terjadi jika sebelumnya wanita tersebut pernah menjalani suatu hubungan seksual tanpa rasa sakit, namun baru akhir-akhir ini mengalami rasa sakit saat dilakukan penetrasi ke dalam vagina. Hal ini dapat disebabkan oleh :

  • infeksi jamur
  • trauma jalan lahir saat melahirkan
  • adanya masalah psikologis

Namun, Kami tidak bisa memberikan kepastian diagnosis tanpa adanya wawancara medis yang lebih mendalam, pemeriksaan fisik dan penunjang yang dibutuhkan. Untuk itu, Kami sarankan Anda untuk memeriksakan diri kepada dokter spesialis kebidanan dan Kandungan terdekat untuk mendapatkan kepastian penyebab keluhan dan solusinya.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar