Sukses

Kanker Otak, Diturunkan? Dan perlukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah?
29 Apr 2016, 10:16 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dok saya rencana akan menikah dengan calon saya yang dulu ketika masih kecil ada riwayat kanker otak. Apakah nanti apabila saya mempunyai keturunan bisa terkena kanker juga dok? Apakah saya perlu melakukan pretestmarriage dok.spya tidak terjadi hal2 yang di inginkn Trimakasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sekitar 5% dari tumor otak memang dapat dihubungkan dengan faktor atau kondisi yang bersifat diturunkan (herediter atau genetik). Namun, untuk memperkirakannya, perlu diketahui jenis dari tumor otak yang diderita oleh pasangan Anda. Kami menyarankan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis neurologi yang dulu menangani pasangan anda tersebut.

Banyak yang harus dipersiapkan di dalam pernikahan, di dalam segi kesehatan yang dapat dilakukan adalah memeriksakan kesehatan masing-masing individu dengan pemeriksaan pra nikah. Hal ini tidak wajib dilakukan namun dianjurkan bagi pasangan yang akan menikah.

Pemeriksaan pranikah meliputi beberapa hal, diantaranya pemeriksaan darah rutin (HB, trombosit, analisa hemoglobin, leukosit), golongan darah dan Rhesus, kencing rutin (urinalisa), hepatitis terutama hepatitis B & C, dan gula darah. Jika seorang perempuan (Reshus negatif) menikah dengan laki-laki (Rhesus positif), bayi pertamanya memiliki kemungkinan untuk ber-Rhesus negatif atau positif. Jika bayi mempunyai Rhesus negatif, tidak ada masalah. Tetapi, jika ia ber-Rhesus positif, masalah mungkin timbul pada kehamilan berikutnya. Bila ternyata kehamilan yang kedua merupakan janin yang ber-Rhesus positif, kehamilan ini berbahaya. Karena antibodi antirhesus dari ibu dapat memasuki sel darah merah janin.

Pemeriksaan pranikah juga bisa menghindari adanya penularan penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual, seperti sifilis, gonorrhea, HIV, dan penyakit hepatitis.

Apabila wanita yang ingin segera memiliki anak, maka pemeriksaan dengan USG (Ultra Sonografi) bisa melihat apakah seorang perempuan menderita kista, mioma, atau tumor. Jika ada kelainan atau infeksi harus dibersihkan dulu karena bisa menganggu proses kehamilan. Selain itu, pap smear (jika seorang perempuan aktif secara seksual sebelum ini) dan status kekebalan terhadap penyakit (rubella, toksoplasma) perlu juga diperiksakan.

Untuk pria, ada satu lagi pemeriksaan kesehatan pranikah yang bisa dilakukan, yaitu tes sperma atau sperma analisa (spermiogram). Namun pemeriksaan sperma ini bukan termasuk standar pemeriksaan rutin.

Kami sarankan Anda dan pasangan terlebih dahulu berkonsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan ke dokter spesialis andrologi apabila ingin melakukan pemeriksaan pranikah. Penentuan jenis pemeriksaan pranikah dapat dilakukan setelah berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahlinya.

Kami sertakan artikel untuk menambah sumber : 

Medical Check-up Sebelum Nikah, Penting Gak Sih?

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

    1 Komentar

    • Doni Nurdiansyah

      wah,.. bermanfaat sekali informasinya. tapi saya punya pertanyaan, bagaiman cara membuat calon pasangan kita mau melaksanakan pemeriksaan pra nikah tanpa tersinggung? terima kasih.