Sukses

Bronkopneumonia, Bisa Sembuh?

28 Apr 2016, 09:29 WIB
Pria, 28 tahun.

dok saya mau tanya, saya di vonis terkena penyakit bronchopneumonia setelah di rontgen thoraks, terlihat di hasil rontgen paru paru saya coraknya jarang2 apakah setelah menjalani pengobatan paru paru saya bisa sehat kembali yang tadi nya jarang2 bisa penuh kembali atau tidak? Terima Kasih.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Bronchopneumonia atau sering disebut pneumonia, umumnya ditemukan pada anak-anak merupakan peradangan yang mengenai parenkim (jaringan) paru, pada bagian terjauh dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, dan alveoli, serta menimbulkan konsolidasi (saling menempel) jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat.

Terjadinya pnemonia bergantung pada banyaknya kuman, tingkat kemudahan dan luasnya daerah paru yang terkena serta daya tahan tubuh. Adapun yang merupakan faktor predisposisi antara lain kebiasaan merokok, pasca infeksi virus, penyakit jantung kronik, diabetes mellitus, keadaan imunodefisiensi, kelainan atau kelemahan struktur organ dada serta penurunan kesadaran.  

Gejala dan Tanda

Gejala klinis yang dapat ditemukan dapat ringan, fulminan (berat), bahkan fatal. Adanya demam, batuk nonproduktif (tidak berdahak) ataupun produktif (berdahak) dengan sputum purulen (kekuningan), nyeri dada pleuritik (dipengaruhi oleh pernapasan), menggigil, rigor, serta nafas yang pendek adalah gambaran yang sering ditemukan. Selain itu dapat juga ditemukan pasien dengan keluhan nyeri kepala,  mual, muntah, diare, mialgia (nyeri otot), arthralgia (nyeri sendi) serta fatigue (kecapaian).

Tanda-tanda yang sering timbul adalah takipneu (frekuensi bernafas >20x/menit), takikardi (denyut nadi >100x/menit).

Penyebab

Pnemonia disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, penyebab terseringnya adalah bakteri (S.pneumonia, H.influenza, S.aureus, P.aeruginosa, M.tuberculosis, M.kansasii, dsb), namun dapat juga disebabkan oleh jamur (P.carinii, C.neoformans, H.capsulatum, C.immitis, A.fumigatus,dsb), protozoa (toksoplasma) serta virus (CMV, herpes simpleks).

Kuman penyebab biasanya berbeda di antara satu daerah dengan daerah lainnya, juga berkaitan dengan interaksi faktor-faktor terjadinya infeksi, cara terjadinya infeksi serta perubahan keadaan pasien seperti gangguan sistem imun, adanya penyakit kronik, polusi lingkungan dan juga penggunaan antibiotik yang tidak tepat.

Infeksi ini disebabkan oleh bakteri (kuman) yang menyerang paru-paru anak. Pemeriksaan yang biasanya dilakukan adalah pemeriksaan rontgen, dapat juga kultur untuk melihat terdapat bakteri apa, serta pemeriksaan darah lengkap. 

Pengobatan yang dapat dilakukan adalah : 

1. Beberapa jenis antibiotik yang saya kutip dari Asosiasi Infeksi Anak di Amerika yang telah disetujui oleh CDC (pusat Infeksi dunia) : Semua tergantung dari jenis bakteri yang ditemukan serta kondisi si anak, namun ada beberapa bakteri yang paling sering ditemukan, beberapa antibiotik yang dapat digunakan adalah : amoxicilin, amoxiciln clavulanate, azitromycin, ceftrixaone,  cefotaxime, doxycicline, clindamycin.

2. Bila dicurigai disebabkan oleh infeksi virus (terutama pada anak-anak dibawah 2 tahun) maka dapat diberikan obat anti-virus

3. Bila sangat sesak, dapat dirawat di rumah sakit, dan diberikan oksigen, serta infus 

4. Banyak  kasus anak baru sembuh ketika dilakukan uap/nebulizer pada anak.

5. Status gizi juga harus diperhatikan, pemberian vitamin, makan serta minum yang cukup

Untuk mendapat pengobatan yang tepat, kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis paru. Selain itu Anda juga perlu menghindari paparan asap rokok, asap knalpot  kendaraan/polusi, debu dan juga selalu menerapkan pola hidup sehat.

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan, semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar