Sukses

Bercak Putih Pada Kulit dan Keputihan

20 Sep 2015, 06:39 WIB
Wanita, 21 tahun.

dear dokter.. saya donna, dok saya mau bertanya, kulit di daerah badan saya ko terdapat ruamruam putih kaya jamur gitu ya dok ?? tapi sudah saya gunakan salep jamur dia ga ilang-ilang dan itu lumayan banyak dok, itu sebernya kulit saya kenapa ya ? trus dok ko saya sering keputihan yaa ? dan keputihan saya itu banyak dok. itu kenapa ya dok ? mohon jawabannya terimakasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluhan Anda adalah terdapat bercak putih pada kulit. Bercak keputihan (menyerupai panu) di dalam dunia medis disebut dengan bercak hipopigmentasi. Hipopigmentasi adalah hilangnya/berkurangnya warna kulit. Hal ini disebabkan berkurangnya sel melanosit di kulit akibat dari berkurangnya asam amino tirosin yang digunakan melanosit untuk membuat melanin atau sel pigmentasi (pewarna kulit). Hipopigmentasi yang disertai dengan sisik-sisik halus mengelupad dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :

  • hipopigmentasi pasca peradangan/luka di kulit
  • pitiriasis versikolor atau dikenal dengan panu
  • pitiriasis alba
  • lepra
  • vitiligo

Untuk menghilangkan bercak tersebut harus dicari apa penyebabnya. Bila penyebabnya adalah pitiriasis versikolor maka dapat diberikan obat jamur yang sesuai. Terapi disesuaikan dengan penyebabnya. Pada hipopigmentasi paska peradangan, sel melanosit kulit di daerah tersebut sudah rusak sehingga terjadilah hipopigmentasi, hal ini sulit dihilangkan kecuali dengan operasi/laser. Pitiriasis alba biasanya terjadi pada kulit atopi (berbakat alergi) dan seringkali disebabkan karena paparan sinar matahari. Sedangkan pada lepra biasanya disertai dengan rasa baal pada daerah dengan bercak putih tersebut.

Sedangkan vitiligo yang adalah gangguan pigmentasi dimana melanosit (sel yang membentuk pigmen) di area kulit hancur/ rusak. Sebagai hasilnya, terdapatlah bercak putih yang muncul pada kulit di berbagai bagian tubuh.

Penyebab dari vitiligo masih belum diketahui. Beberapa teori mengemukakan mengenai keterkaitan gen yang menyebabkan depigmentasi atau genetik yang diturunkan. Vitiligo diperkirakan merupakan penyakit autoimun atau gangguan kekebalan tubuh seseorang. Dilaporkan bahwa sengatan sinar matahari atau stres dan emosi dapat memicu terjadinya vitiligo.

Tujuan utama terapi vitiligo adalah memperbaiki penampilan. Umumnya pengobatan merupakan pengobatan jangka panjang dan harus rutin. Jenis terapi akan tergantung dari banyaknya bercak putih di tubuh, lokasi, ukuran, dan seberapa luas penyebarannya. Masing-masing individu berespon berbeda terhadap terapi yang dilakukan. Jenis terapi untuk vitiligo adalah medikal (obat), operasi, dan terapi tambahan.

Jenis terapi medikamentosa adalah terapi topikal (dioleskan) diantaranya adalah steroid topikal dan psoralen (fotokemoterapi). Selain itu, sebaiknya selalu memakai tabir surya untuk melindungi kulit tersebut. Vitiligo merupakan penyakit yang melibatkan multidisiplin ilmu. Dokter yang dapat menangani vitiligo diawali dari spesialis kulit dan kelamin. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan sesuai kebutuhan Anda.

Karena banyaknya kemungkinan penyebab terjadinya hipopigmentasi pada diri Anda, kami sarankan Anda berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk dilakukan pemeriksaan secara langsung agar dapat diketahui penyebabnya. Dengan demikian, dokter dapat memberikan pengobatan sesuai penyebabnya. Penyakit kulit akan lebih mudah didiagnosis apabila dilihat secara langsung karena perlu diketahui lokasi tepatnya, ukuran dan lainnya. Penggunaan salep secara sembarangan tanpa mengetahui penyebabnya tidak akan memberikan hasil yang efektif dan malah dapat menyebabkan perburukan. 

 

Sedangkan Mengenai Keluhan anda lainnya, Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Perlu diketahui bahwa keputihan dapat saja merupakan infeksi menular seksual. Bila disebabkan oleh infeksi menular seksual, maka baik Anda maupun pasangan (suami) perlu diobati juga agar pengobatan tuntas.

Kami sarankan Anda untuk berkonsultasi langsung ke  dokter spesialis kandungan ataupun dokter spesialis kulit dan kelamin. Bila perlu, juga dilakukan pemeriksaan mikroskopik dari cairan keputihan agar kuman penyebab diketahui secara pasti.

Berikut terdapat artikel untuk menambah informasi dan pengetahuan Anda :

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar