Sukses

Sperma Dikeluarkan Diluar Bisa Hamil?

11 Jun 2015, 11:09 WIB
Wanita, 25 tahun.

dok saat ini saya sudah telat haid 18 hari,,,terahir jumat kemaren aku periksa hasilnya negatif..saya berhubungan dengan suami saya sebelumnya melakukan KB alami alias dikeluarin spermannya.tapi pada detik detik tepatnta 5 hari sebelum jadwal haidku,KB alami itu tidak kami lakukakan lagi,nah pertanyaan saya.apakan memungkinkan aku hamil ??.

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Tidak melakukan ejakulasi di dalam vagina memang memperkecil kemungkinan terjadinya kehamilan. Kehamilan terjadi apabila terjadi pertemuan sel telur dan sperma yang masuk melalui vagina seorang wanita dimana pertemuan tersbut terjadi di tuba falopii rahim (uterus). Kemungkinan terjadinya kehamilan lebih kecil apabila sperma tidak dimasukkan ke dalam vagina. Namun tetap harus diwaspadai sebab walaupun dikeluarkan di luar vagina, sebagian kecil sperma dapat membuahi dan menyebabkan kehamilan apabila dilakukan penetrasi. Selain coitus interuptus atau mengeluarkan sperma di luar vagina, kehamilan dapat dicegah dengan penggunaan kontrasepsi lain seperti pengaturan hubungan seksual di luar masa subur, pil, susuk/implan, kondom dan spiral.

Melakukan hubungan seksual di luar masa subur dapat membantu menghambat terjadinya kehamilan. Masa subur adalah masa dimana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi memperbesar kemungkinan terjadinya kehamilan, hindari berhubungan seksual pada masa ini.

Seringkali gejala awal mau menstruasi menyamarkan kehamilan dan sebaliknya. Untuk menentukan kehamilan seseorang paling akurat dengan memeriksakan kadar hormon B HCG dan USG kehamilan untuk melihat ada tidaknya kantung kehamilan. Pemeriksaan kadar B HCG dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah dan test pack. Pemeriksaan test pack didasarkan pada cara kerja mendeteksi marker kimiawi dalam tubuh, yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG).Test pack dapat mendeteksi kehamilan dengan tingkat keakuratan mencapai 99%. Hasil test pack 2 garis merah walaupun samar bisa saja sudah menunjukkan hasil yang positif. Namun, masih mungkin terjadi hasil negatif ataupun positif palsu.

Beberapa penyebab terjadinya positif palsu adalah pada saat proses pembacaan hasil yang terlalu lama, teknik pencelupan yang tidak benar, blighted ovum, alat yang rusak. Hasil negatif palsu adalah akibat kesalahan teknik pemeriksaan, terlalu lama mencelupkan strip, atau apabila kadar hormon B-hCG dalam urin belum mencukupi. Masih ada kemungkinan muncul hasil yang negatif akibat masih rendahnya kadar hormon yang ada. Dalam keadaan tersebut, ulang pemeriksaan 1 - 2 minggu kemudian, atau langsung melakukan pemeriksaan kadar hormon B-hCG dalam darah untuk hasil yang lebih akurat, jika memang masih belum menstruasi.

Tanda-tanda kehamilan terdiri atas tanda kehamilan tidak pasti dan tanda kehamilan pasti.

Tanda-tanda kehamilan tidak pasti yang dialami dapat bervariasi setiap individunya, antara lain:

  •  sering berkemih
  •  pembesaran dan nyeri payudara
  •  mual
  •  perasaan lelah
  •  daerah sekitar puting susu menghitam
  •  peningkatan suhu tubuh
  •  flek perdarahan karena perlekatan hasil pembuahan ke dinding rahim

Sedangkan tanda pasti kehamilan (obyektif) adalah:

  •  terasa bagian janin serta gerak janin pada perabaan
  •  terdengar bunyi jantung janin pada auskultasi
  •  terlihat gambaran janin pada USG atau scanning

Kami sarankan Anda melakukan konsultasi kembali dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan mengetahui penyebab keluhan yang Anda rasakan saat ini. Dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti USG Abdomen atau USG Transvaginal bila diperlukan. 

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat.

Salam

    0 Komentar

    Belum ada komentar