Sukses

Demam dan Tekanan Darah Tinggi

22 Apr 2016, 10:20 WIB
Wanita, 23 tahun.

dok, ibu saya itu kemarin tensi darahnya tinggi 150/110, dan suhu badannya jg tinggi 40 drjt celcius. gejala apa ya dok?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Demam merupakan reaksi pertahan tubuh terhadap adanya mediator inflamasi, umumnya terjadi akibat adanya infeksi yang menyerang tubuh. Selain demam, gejala lain apa yang ibu anda alami (misalnya batuk, diare, masalah kencing, dsb)?

Sedangkan tekanan darah tinggi disebut hipertensi. Hipertensi adalah kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari ≥ 140 mmHg dan atau diastolik ≥ 90 mmHg. Kondisi ini sering tanpa gejala. Jika terdapat gejala, keluhan hipertensi antara lain: sakit/nyeri kepala, gelisah, jantung berdebar-debar, pusing, leher kaku, penglihatan kabur, dan rasa sakit di dada. Keluhan tidak spesifik antara lain tidak nyaman kepala, mudah lelah dan impotensi.

Faktor risiko dibedakan dalam 2 kelompok, yaitu kelompok yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat dimodifikasi. Hal yang tidak dapat dimodifikasi adalah umur, jenis kelamin, riwayat hipertensi dan penyakit kardiovaskular dalam keluarga. Hal yang dapat dimodifikasi, yaitu:

  • Riwayat pola makan (konsumsi garam berlebihan).
  • Konsumsi alkohol berlebihan.
  • Aktivitas fisik kurang.
  •  Kebiasaan merokok.
  • Obesitas.
  • Dislipidemia.
  • Diabetus Melitus.
  • Psikososial dan stres.

Peningkatan tekanan darah dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup.

  1. Modifikasi gaya hidup.
    • Gizi seimbang dan pembatasan gula, garam dan , Diet kaya buah, sayuran, produk rendah lemak dengan
      jumlah lemak total dan lemak jenuh yang rendah (Dietary Approaches To Stop Hypertension).
    • Mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal.
    • Gaya hidup aktif/olah raga teratur
    • Stop merokok.
    • Membatasi konsumsi alkohol (bagi yang minum).
  2. Obat-obatan inisial. Jika Hipertensi tidak dapat diatasi dengan modifikasi gaya hidup diatas, maka perlu diberikan obat-obat golongan anti-hipertensi. Diperlukan komitmen dan disiplin terapi dalam menggunakan obat ini, dimana obat diminum harus setiap hari sesuai dengan dosis yang dianjurkan, walaupun penderita tidak merasakan adanya keluhan.

Peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan komplikasi, seperti stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Untuk itu, agar mendapatkan terapi yang tepat ajaklah ibu anda untuk mengunjung dokter spesialis penyakit dalam terdekat.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar