Sukses

Beda Herpes Dan Eksim

22 Apr 2016, 07:35 WIB
Pria, 26 tahun.

dok. saya mau tanya perbedaan kulit yang terkena herpes dan eksim sperti apa ya?mohon penjelasan nya trima kasih dok

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kedua jenis penyakit kulit ini disebabkan oleh penyebab yang berbeda dan memberikan tampilan lesi kulit yang berbeda pula.

HERPES

Perlu diketahui, bahwa penyakit herpes dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu herpes zooster (yang lebih dikenal dengan cacar air) dan herpes simpleks. Keduanya sama-sama disebabkan oleh virus, namun jenis virusnya berbeda, di mana herpes zooster disebabkan oleh virus varicela zoster (VVZ) sedangkan herpes simpleks disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV). Perbedaan jenis virus ini tentu saja membuat manifestasi klinisnya juga berbeda.

HSV sendiri ada dua macam meski keduanya dapat saling berhubungan, yaitu tipe 1 yang dikaitkan dengan infeksi di daerah bibir dan rongga mulut dan tipe 2 yang bermanifestasi di genital (alat kelamin). Begitu seseorang terinfeksi HSV baik tipe 1 maupun tipe 2, virus ini akan terus berada di syaraf dalam keadaan laten dan sewaktu-waktu penyakit ini dapat kambuh lagi

Serangan pertama atau disebut infeksi primer dari HSV tipe 1 biasa terjadi pada anak-anak dan remaja, sedangkan infeksi primer dari HSV tipe 2 lazim dijumpai setelah pubertas dan ditularkan secara seksual. Selama terjadi serangan, virus keluar dari persyarafan menuju kulit atau membran mukosa di mana ia berkembang biak dan menimbulkan gejala klinis. Setelah setiap serangan, virus ini akan kembali ke serabut syaraf dan kembali memasuki fase laten yaitu keadaan istirahat.

Pertama kali seseorang merasakan serangan virus herpes simpleks ini, umumnya keluhannya jauh lebih berat daripada serangan kambuhan (rekuren) meski ada sebagian kasus dimana keluhan pasien sangat ringan bahkan tidak terasa apa-apa. Gejala umum dari infeksi HSV tipe 1 adalah yang disebut herpetic gingivostomatitis. Periode inkubasi umumnya 4 hingga 5 hari kemudian gejala diawali dengan demam. Pasien dapat merasa rasa sakit,panas dan perih atau gatal terutama pada saat makan dan minum. Gusi dapat membengkak dan mudah berdarah.

Di dalam rongga mulut dapat timbul vesikel (gelembung) berukuran kecil yang umumnya berkelompok dan dapat dijumpai di bagian dalam bibir, lidah, tenggorokan, langit-langit dan di bagian dalam pipi. Selanjutnya vesikel ini akan pecah dan menjadi ulkus (luka) yang dipermukaannya terdapat semacam lapisan kekuningan. Pada saat inilah rentan terjadi penularan karena vesikel tersebut mengeluarkan cairan yang mengandung jutaan virus herpes simpleks. Kelenjar getah bening setempat yaitu di sekitar leher dapat membesar dan saat ditekan terasa lunak.

Selain herpetic gingivostomatitis, HSV tipe 1 juga dapat bermanifestasi di bibir dan sering disebut herpes labialis. Gejalanya kurang lebih sama dengan yang telah dikemukakan di atas.

Infeksi Herpes Simpleks Virus tipe 2 adalah infeksi virus yang umumnya dapat terlihat pada kemaluan seseorang, dan ditularkan melalui hubungan intim atau seksual. Namun bisa juga ditemukan pada bagian kulit lain. Gejala yang dapat muncul adalah adanya lesi pada kulit, terutama tempat virus tersebut masuk. Selain itu, bisa juga terdapat gejala-gejala infeksi virus pada umumnya seperti demam, nyeri tulang, sakit kepala, dll. Sampai saat ini, infeksi virus herpes simplex belum ada obatnya.

Virus varisela-zoster merupakan virus yang sama yang menyebabkan cacar air, untuk itu memang dapat menular. Herpes zoster dapat menular pada mereka yang belum pernah terkena cacar air dan yang akan timbul adalah cacar air bukan herpes zoster. Setelah seseorang terkena cacar air maka orang tersebut dapat terkena herpes zoster bila mengalami stres berlebih atau penurunan daya tahan tubuh. Mereka dengan herpes zoster tidak terlalu menularkan virus seperti mereka yang dengan cacar air. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan kulit yang mengalami lesi karena virus dapat menyebar melalui udara. Untuk itulah, setiap orang dapat tertular. Penularan bukan terjadi secara langsung melalui hubungan seksual (alat kelamin) tetapi melalui kontak kulit dengan kulit yang mengalami herpes zoster. Jika virus ditularkan maka dapat menyebabkan varisela zoster (cacar air), bukan herpes zoster. 

 

EKSIM

Sedangkan Eksim adalah bahasa awam untuk dermatitis atau peradangan pada kulit. Terdapat beberapa jenis dermatitis, namun apabila orang merujuk pada eksim, kemungkinan yang dimaksud adalah dermatitis atopi. Atopi dalam hal ini berarti adalah kondisi yang disebabkan karena alergi, seperti asma dan rinitis alergi.

Eksim dapat dipicu oleh pencetus (alergen) yang berkontak dengan kulit, hal tersebut terjadi pada orang  yang sensitif terhadap iritasi di kulit. Kulit kering, kemerahan, rasa gatal dan panas merupakan salah satu gejala eksim. Untuk beberapa kasus, seperti istri Anda juga, eksim dapat muncul berulang-ulang atau berlangsung secara kronik (dalam jangka waktu lama). Kebiasaan untuk menggaruk kulit yang gatal tersebut justru akan memperparah kondisi kulit dan pengobatan dapat berlangsung lebih lambat.

Penyebab dari eksim belum diketahui. Diperkirakan berhubungan dengan sistim kekebalan tubuh yang berkaitan dengan reaksi alergi. Kontak dengan bahan alergen (pencetus alergi) akan dapat memicu kambuhnya eksim kembali. Bahan-bahan alergen (yang juga mungkin didapatkan berkontak dengan istri Anda) adalah sabun, detergen, udara (dingin, panas, lembab), krim, keringat, garukan, bakteri, emosi atau stres, pakaian, dan perhiasan. Eksim memang tidak menular tapi dapat diturunkan. Apabila anak Anda memang memiliki gejala yang sama seperti ibunya maka kemungkinan anak Anda juga menderita eksim.

Berikut gejala-gejala Eksim yang penting untuk diketahui:

  • Dermatitis atopik kadang muncul pada beberapa bulan pertama setelah bayi lahir.
  • Pada wajah, kulit kepala, daerah yang tertutup popok, tangan, lengan, kaki atau tungkai bayi terbentuk ruam yang berwarna merah dan berair.
  • Dermatitis seringkali menghilang pada usia 3-4 tahun, meskipun biasanya akan muncul kembali.
  • Pada anak-anak dan dewasa, ruam seringkali muncul dan kambuh kembali hanya pada satu atau beberapa daerah, terutama lengan atas, sikut bagian depan atau di belakang lutut.
  • Warna, intensitas dan lokasi dari ruam bervariasi, tetapi selalu menimbulkan gatal-gatal.
  • Rasa gatal seringkali menyebabkan penggarukan yang tak terkendali sehingga penyakitnya semakin buruk.

Penyakit eksim memang sulit dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Cara terbaik untuk menghindari eksim kambuh kembali adalah mengenali faktor pencetus apa yang dapat membuat eksim  kambuh kembali (detergen, pelembab, atau stres) dan sebisa mungkin hindari pencetus tersebut. Langkah selanjutnya adalah mencegah kulit kering dengan menggunakan sabun bayi dan mengoleskan pelembab pada kulit, hindari sepatu atau kaus kaki yang meningkatkan kelembaban pada kulit (hindari berkeringat banyak pada kaki) , dan hindari menggaruk.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

2 Komentar

  • Sel***

    dan sampai skrg sy masih berobat rutin di dokter spesialis kulit. namun sy bingung dok,apa selama itu gejala eksim? apa bahaya bagi tubuh sy jika mengkonsumsi obat-obatan dengan jangka waktu yang lama?

  • Sel***

    hai dok, saya mengalami dermatitis yang lumayan lama. sejak saya kelas 1 SMA hingga sekarang kuliah semester 4. dari sy kls 1 SMA sampai kuliah sem 2 eksim sy berada di punggung kaki,lalu saya rutin berobat dan sembuh. namun setelah itu eksim sy kambuh lagi di bagian betis depan,..