Sukses

Kencing Menetes

08 Jul 2015, 18:48 WIB
Pria, 18 tahun.

Saya mengalaminya sekitar 3tahun belakangan.Kencing normal saja.tetapi sekitar 10 menit kemudian,kencing menetes lagi.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Gejala buang air kecil ingin buang air kecil terputus yang Anda alami kemungkinan merupakan salah satu gejala dari infeksi saluran kemih ,batu saluran kemih, dan prostat.

Infeksi saluran kemih (ISK) menyebabkan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kencing dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing.

Faktor risiko terjadi infeksi saluran kencing adalah minum sedikit, sanitasi yang buruk, dan hubungan seksual yang tidak sehat. Secara umum, penyakit ini tidak menular.

Untuk memastikan diagnosis ISK dan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut berupa wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, misalnya urinalisis. Kami menyarankan pasangan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter umum.

ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dan terbagi menjadi dua macam;

  1. ISK atas:  gejala berupa demam, menggigil, nyeri perut, nyeri pinggang, terkadang terasa ingin muntah. Radang / infeksi terdapat pada ginjal.
  2. ISK bawah: gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), kencing sakit terutama pada akhir kencing, anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan rasa masih ingin kencing lagi, walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air kemih yang keluar, sering berkemih, dan demam jika sudah berlanjut. Radang terdapat pada kandung kemih atau saluran kemih.

ISK atas maupun bawah harus ditangani dengan pemberian antibiotik sesuai dengan bakteri penyebab. Karena jika tidak diobati segera, peradangan akan terus berlanjut dan dapat mengakibatkan komplikasi pada ginjal. Oleh sebab itu kami sarankan Anda segera menemui dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dan dosis yang sesuai.

Batu saluran kemih merupakan massa keras yang terbentuk dari pengendapan kristal yang ada di urin. Batu ini paling sering terbentuk didalam ginjal atau ureter (saluran kemih yang menghubungkan antara ginjal dengan kandung kemih). Namun dapat juga terbentuk dalam kandung kemih ataupun uretra (saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dan alat kelamin). Berikut akan lebih dibicarakan tentang batu ginjal.

Batu ginjal dapat berukuran dari sekecil pasir hingga sebesar buah anggur. Kebanyakan dari batu ginjal yang terbentuk keluar bersama dengan urin tanpa menimbulkan keluhan. Jika batu ginjal berukuran besar (lebih dari 2-3 mm), barulah dapat menimbulkan keluhan karena tersumbatnya saluran kemih.

Sekitar 90 % dari batu ginjal yang berukuran 4 mm dapat keluar dengan sendirinya melalui urin. Namun, kebanyakan batu berukuran lebih dari 6 mm memerlukan intervensi. Pada beberapa kasus, batu yang berukuran kecil yang tidak menimbulkan gejala, dapat diobservasi selama 30 hari untuk melihat apakah dapat keluar dengan sendirinya sebelum diputuskan untuk dilakukan intervensi bedah. Tindakan bedah yang cepat, perlu dilakukan pada pasien yang hanya mempunyai satu ginjal, nyeri yang sangat hebat, atau adanya ginjal yang terinfeksi yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.

 

 

Untuk mencegah terjadinya batu ginjal, maka beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Minum banyak air putih sehingga produksi urin dapat me jadi 2-2,5 liter per hari

  • Diet rendah protein, nitrogen, dan garam

  • Hindari vitamin C berlebih, terutama yang berasal dari suplemen

  • Hindari mengonsumsi kalsium secara berlebihan

Jenis batu ginjal yang paling sering (lebih dari 80 %) adalah yang terbentuk dari kristal kalsium oksalat. Pendapat konvensional mengatakan bahwa konsumsi kalsium dalam jumlah besar dapat memicu terjadinya batu ginjal. Namun, bukti-bukti terbaru malah menyatakan bahwa konsunsi kalsium dalam jumlah sedikitlah yang memicu terjadinya batu ginjal ini. Hal ini disebabkan karena dengan sedikitnya kalsium yang dikonsumsi, maka oksalat yang diserap tubuh semakin banyak. Oksalat ini kemudian melalui ginjal dan dibuang ke urin. Dalam urin, oksalat merupakan zat yang mudah membentuk endapan kalsium oksalat. Jenis batu yang lain adalah yang terbentuk dari struvit (magnesium, ammonium, dan fosfat), asam urat, kalsium fosfat, dan sistin.

  • Batu struvit dihubungkan dengan adanya bakteri pemecah urea seperti Proteus mirabilis, spesies Klebsiela, Seratia, dan Providensia. Bakteri ini memecah urea menjadi ammonia yang pada akhirnya menurunkan keasaman urin.

  • Batu asam urat sering terjadi pada penderita gout, leukemia, dan gangguan metabolism asam-basa.  Semua penyakit ini menyebabkan peningkatan asam urat dalam tubuh.

  • Batu kalsium fosfat sering berhubungan dengan hiperparatiroidisme dan renal tubular acidosis.

  • Batu sistin berhubungan dengan orang yang menderita sistinuria.

Pola makan yang dianjurkan tergantung dari jenis batunya, yang biasanya dapat diketahui dari pemeriksaan air kemih/kencing. Pengaturan pola makan ini pun masih harus dilakukan dalam pengawasan ahli gizi agar pada akhirnya tidak terjadi kekurangan. Batu yang paling sering terjadi adalah batu kalsium-oksalat dan batu urat, untuk itu pembahasan akan dibatasi hanya pada diet batu kalsium-oksalat dan batu urat.

Batu kalsium-oksalat --> menjaga asupan kalsium tetap normal/sedikit rendah; mengurangi asupan garam dan protein hewani; kurangi konsumsi bahan makanan dan minuman sumber oksalat (kafein, teh, minuman soda/soft drink).

Batu urat --> kurangi konsumsi bahan makanan dan minuman sumber asam urat (melinjo, emping, kacang-kacangan, bayam, coklat).

Kurangnya asupan cairan dan kurang aktivitas juga merupakan salah satu faktor penyebab terbentuknya batu (tanpa melihat jenisnya), sehingga sangat disarankan untuk meningkatkan asupan cairan hingga 2-3 liter/hari dan melakukan aktivitas fisik rutin dan teratur.

Sedangkan pembesaran prostat atau dalam medis dikenal dengan BPH (Benign Prostat Hiperplasia) merupakan pembesaran kelenjar prostat yang bersifat jinak  yang hanya timbul pada laki-laki yang biasanya pada usia pertengahan atau lanjut. Pada usia 40an, seorang pria mempunyai kemungkinan terkena BPH sebesar 25%. Menginjak usia 60-70 tahun, kemungkinannya menjadi 50%. Dan pada usia diatas 70 tahun, akan menjadi 90%.

Pengobatan BPH terdiri dari 2, yaitu pengobatan oral (obat minum) dan operasi (tindakan bedah). Untuk menentukan apakah penderita BPH perlu mendapatkan terapi serta jenis terapi mana yang akan dipilih tergantung dari berat ringannya keluhan serta tanda-tanda klinis dari penderita. Tindakan bedah pada BPH dapat berupa :

  • Pembedahan terbuka

  • Transurethral resection of the prostate (TURP)

TURP merupakan metode paling sering digunakan dimana jaringan prostat yang menyumbat dibuang melalui sebuah alat yang dimasukkan melalui saluran kencing. Secara umum indikasi untuk metode TURP adalah pasien dengan gejala sumbatan yang menetap dan memberat akibat pembesaran prostat, atau tidak dapat diobati dengan terapi obat lagi. Prosedur ini dilakukan dengan bius regional atau umum dan membutuhkan perawatan inap selama 1-2 hari. 

  • Transurethral incision of the prostate (TUIP)

Metode ini digunakan pada pasien dengan pembesaran prostat yang tidak terlalu besar dan umur relatif muda.

  •  Laser prostatekomi

Dengan teknik laser ini komplikasi yang ditimbulkan dapat lebih sedikit, waktu penyembuhan lebih cepat, dan dengan hasil yang kurang lebih sama. Sayangnya terapi ini membutuhkan terapi ulang setiap tahunnya. Penggunaaan laser ini telah berkembang pesat tetapi efek lebih lanjut dari pemakaian laser belum diketahui secara pasti.

  • Transurethral needle ablation of the prostate (TUNA)

TUNA termasuk dalam teknik minimal invasif yang biasa digunakan pada pasien yang gagal dengan minum obat, pasien yang tidak tertarik minum obat, atau tidak bersedia untuk tindakan TURP. Pasien dengan gejala sumbatan dan pembesaran prostat kurang dari 60 gram adalah pasien yang ideal untuk tindakan TUNA ini. Kelebihan teknik TUNA dibanding dengan TURP antara lain pasien hanya perlu diberi bius lokal. Selain itu angka kekambuhan dan kematian TUNA lebih rendah dari TURP.?

  •   Transurethral balloon dilation of the prostate

Untuk menangani keluhan Anda sebaiknya Anda mengunjungi dokter spesialis urologi untuk tatalaksana lebih lanjut.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar