Sukses

Gangguan Irama Jantung : Supraventikular Takikardi

09 Jun 2015, 15:16 WIB
Wanita, 23 tahun.

siang dokter, saya pernah mengajukan pertanyaan ini sebelum nya tp belum mendapat jawaban. saya pernah di diagnosa memiliki kelainan irama jantung lebih tepat nya Supraventrikular takikardi. apakah itu bahaya dok?dan apakah bisa di sembuhkan? mohon penjelasan nya terimakasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Supraventikular Takikardia (SVT) merupakan gangguan irama jantung dimana detak jantung menjadi lebih cepat ( detak jantung di atas 100x/menit) yang disebabkan oleh gangguan listrik jantung yang mrngontrol detak jantung yang terletak di daerah di atas ventrikel (bilik) jantung.

SVT dapat dipicu oleh olahraga, konsumsi alkohol atau kafein dalam jumlah berlebih, merokok, demam tinggi dan stres. Bagi sebagian besar orang yang mengalami SVT, jantung masih dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan normal.

SVT dapat ditemukan pada anak-anak maupun remaja yang sehat dan dapat pula ditemukan pada beberapa orang yang memiliki penyakit jantung yang mendasari. Sebagian besar orang tersebut dapat menjalani hidup dengan normal tanpa hambatan.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan SVT ;

  • Sindroma Wolf-Parkinson White (WPW)
  • Obat-obatan seperti digoxin dan teofilin (bronkodilator) yang terdapat dalam jumlah banyak di dalam darah
  • Penaykit paru obstruktif kronis (PPOK),  gagal jantung, pneumonia, sindroma metabolik
  • Operasi jantung seperti operasi penyakit jantung bawaan

Saat terjadi SVT, sistem listrik jantung tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan jantung berdetak sangat cepat. Irama jantung dapat berkisar mulai dari 100x/menit dan dapat mencapai 300x/menit. SVT dapat terjadi tiba-tiba dan selesai dengan cepat, dan penderita bisa tidak menunjukkan gejala. SVT menjadi masalah ketika sering terjadi, dalam jangka waktu lama atau menimbulkan gejala.

Gejala yang dapat ditimbulkan antara lain:

  • Berdebar-debar
  • Pusing atau "kepala terasa ringan"
  • Nyeri dada
  • Sesak Napas
  • Pingsan

Sebagian besar episode SVT tidak berbahaya, tidak berlangsung lama dan dapat kembali ke kondisi normal tanpa pengobatan. Namun, tersedia pengobatan untuk mengatasi dan mencegah episode SVT berikutnya. Pengobatan yang dapat dilakukan seperti valsava manuver, suntikan obat dan kejut jantung (kardioversi). Untuk mencegahnya dapat dilakukan prosedur ablasi (menghancurkan daerah di jantung yang menyebabkan masalah).

Meskipun SVT jarang membahayakan, namun Anda harus segera menghubungi dokter spesialis jantung yang menangani Anda bila Anda mengalami gejala-gejala yang disebut di atas. Tes elektrokardiogram (EKG) dapat dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar